Wednesday, 19 February 2020


Teknologi Mini Ranch Membuat Peternakan Sapi Daging Lebih Kompetitif

12 Feb 2020, 15:03 WIBEditor : Ahmad Soim

Mini Ranch rekayasa 3 perguruan tinggi | Sumber Foto:Dok

Saat ini, Desa Jonggon Jaya dan Margahayu memiliki 5 (lima) kelompok peternak yang memelihara sapi dengan jumlah tidak kurang dari 1800 ekor, dan cenderung terus bertambah seiring berjalannya waktu.

TABLOIDSINARTANI.COM, Kukar  – Sebuah mini ranch (Kandang Penggembalaan Mini) disiapkan di Kutai Kartanegara (Kukar) Propinsi Kalimantan Timur di wilayah bekas tambang.

Tim Ahli program penyiapan daging sapi bagi Ibukota Negara baru, Rochadi Tawaf mengatakan peletakan batu pertama mini ranch Jayatama atau kandang penggembalaan sapi mini ini menggunaan teknologi yang bisa menekan biaya produksi dan meningkatkan daya saing.

“Mini Ranch adalah sebuah model pengelolaan budidaya sapi pedaging yang dilakukan di lahan penggembalaan yang telah ditingkatkan kapasitas dan kualitasnya melalui berbagai perlakuan ilmiah. Pola ini mereduksi biaya produksi sehingga produknya memiliki keunggulan komparatif,” tambahnya kepada Sinar Tani di Jakarta.

Mini ranch ini dibangun dari program social kemasyarakatan (CSR) PT Multi Harapan Utama (MHU) di lahan eks tambang Desa Jonggon B, Kecamatan Loa Kulu (11/2), Kukar Kaltim.

Bupati Kukar Edi Damansyah melalui Sekda Sunggono berharap apa yang dilakukan PT MHU bisa dicontoh perusahaan lain.

Rochadi Tawaf menjelaskan   akademisi 3 Perguruan Tinggi yang terlibat dalam pengembangan mini ranch ini akan membentuk pusat studi pengembangan sapi potong di lahan pasca tambang.  “Program ini dimulai oleh Yayasan Cattle and Buffalo Club Indonesia (CBCI) dan PT indovisi.

Yayasan CBCI dibangun  oleh alumni Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Padjajaran Bandung Pencinta Sapi dan Kerbau. YCBCI didirikan untuk melakukan pembinaan pelatihan mahasiswa,  Kelompok UKM CBC  dan melakukan kajian riset yang berkaitan dengan peternakan.

Saat ini, Desa Jonggon Jaya dan Margahayu memiliki 5 (lima) kelompok peternak yang memelihara sapi dengan jumlah tidak kurang dari 1800 ekor, dan cenderung terus bertambah seiring berjalannya waktu.

“Wilayah Program Mini Ranch Jayatama  dalam mendukung target pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yakni mengembangkan sapi pedaging berbasis lahan perkebunan dan lahan pascatambang. Target populasi sapi pedagingnya diharapkan mencapai 2 juta ekor,” tambahnya.

Program Mini Ranch dijalankan dengan semangat ABG – academic, business and government – sehingga tidak saja memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, melainkan juga untuk dunia pendidikan tinggi dan pemerintahan.

Mini Ranch telah digagas menjadi Laboratorium Lapangan Pengembangan Sapi Lokal Terintegrasi di Lahan Pasca Tambang oleh Universitas Kutai Kartanegara Tenggarong, Universitas Mulawarman Samarinda, dan Universitas Padjadjaran Bandung.

Pemerintah  Kabupaten Kutai Kartanegara dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mendukung penuh program ini sebagai best practices pengelolaan potensi wilayah sebagai sumberdaya pembangunan Peternakan.

 

Reporter : Som
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018