Saturday, 06 June 2020


Mau Ayam Kampung Montok?Yuk Pelihara Ayam SenSi

13 May 2020, 16:23 WIBEditor : Gesha

Ayam Sensi, lebih montok dibandingkan ayam kampung biasa lainnya | Sumber Foto:Balitnak

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor --- Ayam kampung (lokal) hingga sekarang masih menjadi favorit masyarakat. Keunggulan yang dimiliki ialah daging ayam yang lebih empuk dan gurih. Apalagi kini sudah ada ayam kampung montok yang diberi nama Ayam SenSi.

Ayam SenSi merupakan ayam hasil seleksi dari aayam Sentul yang kemudian diberi nama ayam SenSi. Inovasi teknologi ayam SenSi dimulai dengan penelitian breeding ayam Sentul  yang dilakukan di Balai Penelitian Ternak (Balitnak), dengan mendatangkan indukan ayam lokal Sentul  yang berasal dari Ciamis, Jawa Barat tersebut, kemudian dilakukan seleksi selama enam generasi (F6).

“Inilah yang kemudian kita sebut dengan nama Ayam Lokal SenSi 1 Agrinak atau lebih dikenal dengan nama Ayam SenSi alias Sentul Terseleksi,” kata salah satu peneliti Ayam SenSi dari Balitnak, Hasnelly.

Sebagai penghargaan terhadap hasil inovasi penelitian pemuliaan ayam tipe pedaging, pemerintah telah mengeluarkan surat keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia dengan Nomor 39/kpts/pk. 020/1/2017 tanggal 20 Januari 2017 tentang pelepasan galur ayam SenSi -1 Agrinak yang dihasilkan oleh Badan Litbang Pertanian. 

Pada umur 10 minggu ayam SenSi dapat mencapai bobot badan 0.8-1 kg/ekor, dua kali lipat dibandingkan ayam  kampung biasa yang baru mencapai 0,4-0,5 kg/ekor pada umur yang sama.  

Dibandingkan dengan ayam kampung biasa, ayam ini juga lebih irit pakan. Hal itu terlihat dari Feed Conversion Ratio (FCR) Ayam SenSi yang hanya 2,7. Atau dengan kata lain untuk menghasilkan 1 kg bobot badan ayam ini membutuhkan 2,7- 3,0 kg pakan.

Tak hanya montok dari dagingnya, betina ayam SenSi juga menghasilkan telur yanh lebih banyak dibandingkan ayam kampung lainnya. Ayam betinanya dapat memproduksikan telur pada umur 29 - 45 minggu sebanyak 164 butir per tahun.  Rataan bobot telurnya adalah 44 g/butir.

Dibandingkan ayam kampung biasa, Ayam SenSi juga relatif tahan terhadap serangan penyakit. Keistimewaan dari Ayam SenSI karena dia berasal ayam lokal maka  pangsa pasarnya tinggi  terutama karena cita rasa yang khas. Harga penjualan ayam Sensi yang tinggi tidak menjadi masalah buat konsumen, dibuktikan dengan permintaan terhadap ayam ini terus meningkat. 

Tertarik untuk mulai membudidayakan ayam kampung ini? Bibit ayam SenSi ini bisa dibeli di Balai Penelitian Ternak Ciawi setiap hari Kamis. "Pembeliannya mudah hanya perlu sedikit sabar. Cukup dengan cara bersurat ke Balai  Penelitian Ternak. Karena banyaknya permintaan jadi harus antri. Harganya juga murah hanya Rp. 3500 per ekornya," tutup Hasnelly.

Reporter : Rachmawati
Sumber : Puslitbang Peternakan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018