Saturday, 06 June 2020


Libido Sapi Jantan PO Makin Greng dengan Daun Kelor

16 May 2020, 07:15 WIBEditor : Gesha

Daun kelor terbukti meningkatkan libido dan hormon testosteron sapi PO | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor --- Pernah makan daun kelor? Sering dimasak sebagai sayur bening. Enak. Ternyata selain dimakan manusia daun kelor juga bagus diberikan kepada ternak karena terbukti bisa meningkatkan libido sapi pejantan PO. Makin greeenggg...

Penelitian manfaat daun kelor ini sudah dilakukan oleh tim peneliti dari Loka Penelitian Sapi Potong Grati, Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan (Puslitbang Peternakan), Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 

M. Luthfi, F. Firdaus, dan  L. Affandhy L melihat pengaruh pemberian suplementasi herbal terhadap peningkatan libido dan konsentrasi hormon testosteron pada sapi pejantan PO. Penelitian dilakukan selama 60 hari kepada 12 ekor sapi jantan PO berumur 3,5 tahun di kandang percobaan Loka Penelitian Sapi Potong Grati.

"Daun kelor atau Moringa oleifera  adalah salah satu suplementasi herbal yang mengandung bio-constituents yang dapat mempengaruhi aktivitas seksual dan spermatogenesis," beber M. Luthfi.

Untuk diketahui, Libido adalah daya atau keinginan untuk kawin ternak yang diwujudkan dalam bentuk tingkah laku seksual (sexual behavior). Sedangkan hormon testosteron adalah hormon yang memberikan stimulus seksual untuk mendorong aktivitas seksual khususnya pada hewan jantan.

Penelitian dilakukan dengan memberikan ransum yang mengandung Vitamin A + E + Mineral Zn dan daun kelor (Moringa oleifera). Peneliti membuat 3 jenis ransum yang diberikan kepada sapi jantan PO yaitu Ransum A (Vitamin A + E + Mineral Zn), Ransum B (Vitamin A + E + Mineral Zn dan daun kelor 100 gram). Sedangkan ransum C (vitamin A + E + Mineral Zn dan daun kelor 50 gram). 

"Dari penelitian hasil penelitian, libido sapi pejantan PO sebelum perlakuan masing - masing A (204 detik), B (315 detik) dan C (101 detik). Sedangkan setelah perlakuan diperoleh hasil berturut-turut A (153 detik), B (295 detik) dan C (100 detik)," bebernya.

Begitu juga dengan konsentrasi hormon testosteron sebelum perlakuan A (0,272 ng/mL), B (0,14 ng/mL), C (1,075 ng/mL). Dan setelah perlakuan diperoleh hasil  A (0,190 ng/mL), B (0,322 ng/mL), C (1,680 ng/mL). Sehingga bisa dilihat dengan pemberian suplemen herbal dari daun kelor ini,  konsentrasi testosteron sapi meningkat.

Setelah penelitian selama 60 hari disimpulkan hasil penelitian menunjukkan bahwa tampilan libido pejantan sapi PO yang diberikan suplementasi herbal (ransum C) menunjukkan nilai yang lebih rendah. Sedangkan konsentrasi hormon testosteron diperoleh bertirut-turut A: 0,190±0,063 ng/ml; B : 0,322±0,210 ng/ml dan C:1,016±1,680 ng/ml). "Meskipun libido agak rendah tetapi hormon testosteronya lebih banyak pada formulasi C," tuturnya.

Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian suplemen herbal dengan formula C dapat meningkatkan libido dan konsentrasi hormon testosteron sapi pejantan PO. 

Reporter : Rachmawati
Sumber : Puslitbang Peternakan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018