Friday, 05 June 2020


Ayam Jowo Super Penuhi Gizi Super Era Covid-19

17 May 2020, 18:27 WIBEditor : Ahmad Soim

Beternak ayam Joper di Kulonprogo | Sumber Foto:Martono

TABLOID SINAR TANI.COM -  Kulon Progo dalam mendukung Gerakan Ketahanan Pangan terus menggenjot pemanfaatan pekarangan dengan mengoptimalkan tanah yang terbatas melalui kegiatan yang dilakukan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT).

Tanah pekarangan tidak hanya digunakan untuk bercocok tanam semata seperti untuk ditanami buah dan sayur, dan perikanan, namun KWT telah mengembangkan sayap kegiatan dengan pengembangan ayam khas Joper atau Jowo Super. 

Ayam Joper  merupakan ayam hasil perbaikan genetik menggunakan metode grading up, yaitu dengan menyilangkan ayam ras betina dengan pejantan berupa ayam kampung, ayam Bangkok, ayam pelung, ayam nunukan, ayam nagrak, atau ayam kedu atau menggunakan ayam lokal unggul lainnya.

Indukan betina dan pejantan dari ayam Joper merupakan ayam bergenetik heterogen heterozigot, bukan indukan yang telah melalui proses seleksi pemurnian, Ayam Joper tidak dapat disebut final stock atau turunan F1 yang bergenetik 50?ri genetik pejantan dan 50 persen dari genetik betina.

Dari hasil persilangan tersebut didapatkan ayam yang pertumbuhannya cepat dan memiliki kandungan gizi yang tinggi serta lezat rasanya. Hal ini dikarenakan ayam petelur dapat memproduksi telur yang lebih banyak daripada ayam kampung, sedangkan ayam kampung  anakannya  memilik sifat ayam kampung.

Dengan demikian produksi DOC ayam joper dapat dilakukan secara masal dalam waktu lebih singkat. Keunggulan tersebut adalah rasa daging yang menyerupai ayam lokal dan mempunyai ketahanan terhadap penyakit, mampu tumbuh dengan cepat dan kemampuan bertelur lebih banyak. Telur ayam Joper mempunyai keunggulan dibandingkan dengan telur ayam ras negeri .

Dalam 80-100 gram telur Joper mengandung energy sebanyak 150 kalori, 13 gram protein, 10 gram lemak dan 1,5 gram karbohidrat, sedangkan ayam ras negeri mengandung 150 kalori, 12,5 gram protein, 1 gram karbohidrat dan 10 gram lemak.

Saat ini 15 Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kulon Progo telah melaksanakan budidaya ayam Joper yang merupakan bantuan dari APBD II. Tujuan dari budidaya ini adalah untuk menjaga ketersediaan pangan ditengah Pandemi Covid 19, meningkatkan asupan gizi keluarga dan meningkatkan imunitas tubuh sehingga melindungi dari Covid 19, memenuhi kebutuhan gizi anggota dan selebihnya untuk meningkatkan pendapatan anggota dari penjualan telur ayam tersebut.

Hal ini dapat dibuktikan mulai bulan Maret 2020, produksi telur ayam Joper mampu memenuhi kebutuhan e-Warong di Kulon Progo. Ini merupakan terobosan dari Dinas Pertanian dan Pangan dalam rangka membantu pemasaran hasil pertanian yang mungkin dirasakan oleh petani di luar Kulon Progo. 

Terobosan Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo adalah untuk penyediaan bantuan BPNT/Sembako menggandeng kelembagaan tani yang ada yaitu untuk penyedian beras dicukupi oleh Gapoktan, untuk telur, sayur dan buah oleh KWT, lele oleh Pokdakan. Hal ini dalam rangka Bela dan Beli Kulon Progo yaitu gerakan membela dan membeli  produk-produk lokal barang kebutuhan pangan hasil petani dari Kulon Progo untuk mewujudkan kemandirian ekonomi..

 

 

Reporter : Martono PPL Kulon Progo
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018