Friday, 05 June 2020


Tetap Produktif, Peternak Milenial ini Beternak Ayam dan Kelinci

18 May 2020, 12:47 WIBEditor : GESHA

peternak milenial ayam dan kelinci | Sumber Foto:istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor --- Pandemi Covid-19 memberi dampak pada semua sektor tak terkecuali pendidikan. Adanya instruksi untuk melakukan kegiatan sekolah dan perkuliahan dilakukan dari rumah dengan daring (online/e-learning). Praktis, aktivitas mahasiswa pun berubah dan harus menyesuaikan kondisi di tengah pandemi dengan Learn From Home (LFH). Salah satunya Muhamad Irfan,  petani milenial dari Jurusan Peternakan Program Studi Kesehatan Hewan Polbangtan Bogor, harus meninggalkan asrama dan memilih pulang ke kampungnya di Desa Tugujaya Kecamatan Cigombong Kabupaten Bogor dan melanjutkan beternak ayam dan kelinci.

“Selain membatu orang tua, saya mencoba belajar menerapkan ilmu yang saya telah dapat di bangku perkuliahan tentang cara budidaya ternak dan kesehatan ternak. Belajar dimanapun dan kapanpun bukan menjadi persoalan. Karena di era digital kali ini kita bisa belajar dengan sistem online melalui di internet untuk mencari referensi yang kita perlukan terkait peternakan,” jelas Muhammad Irfan 

Meskipun tidak banyak ternak yang ia pelihara, namun cukup untuk proses belajar dan mengisi waktu luang agar lebih produktif selama pandemi. Bahkan ia manfaatkan pekarangan rumahnya dengan ditanami cabai rawit. “Saya berharap semoga pandemi ini cepat selesai. LFH hampir 2 bulan membuat saya rindu untuk belajar seperti biasanya di kampus dan praktik langsung di lab dan kandang kampus kami," pungkasnya.

Irfan adalah salah sosok petani milenial yang patut ditiru karena tetap produktif ditengah pandemi merupakan upaya untuk menjamin keberlangsungan stok pangan. Sepertinya yang disampaikan oleh  Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo dalam setiap kesempatan, bahwa sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang menjadi penopang perekonomian bangsa Indonesia, ditengah keresahan bangsa Indonesia dalam menghadapi pandemi wabah virus Covid-19.

Menghadapi kondisi pandemi Covid-19, Mentan Syahrul melihat semakin banyak orang yang membutuhkan pertanian. “Pertanian yang dibutuhkan, adalah pertanian yang efektif, efisien dan transparan. Hal itu bisa dilakukan melalui petani milenial yang modern,” tutur Syahrul dalam setiap kesempatan.

Pernyataan Mentan senada dengan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Prof. Dedi Nursyamsi. Dirinya menuturkan bahwa pertanian harus didukung kalangan milenial sebagai generasi muda. “Mendukung upaya pemerintah melakukan regenerasi petani sekaligus melahirkan pengusaha muda pertanian yang berdampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat pertanian Indonesia,” tegasnya.

Reporter : Arif Prastiyanto
Sumber : Polbangtan Bogor
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018