Wednesday, 21 October 2026


Kaya Protein dan Serat, Peternak Indramayu Manfaatkan Kembang Telang untuk Pakan

09 Jun 2020, 16:25 WIBEditor : Yulianto

Kembang telang bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak

TABLOIDSINARTANI.COM, Indramayu---Kembang Telang selama banyak yang tak peduli, bahkan tumbuh liar. Namun di balik keliaran ‘si biru’ ini banyak manfaat yang terkandung, termasuk untuk pakan ternak kambing/domba.

Seperti pengalaman Caska, Ketua Kelompok Peternak Subur Mulya, Desa Mulyasari Kecamatan Bangodu, Kabupaten Indramayu. Caska yang beternak kambing dan domba dengan sistem gedogan atau diangon, selama ini memberi pakan ternak dengan sistim gembala dan angon.

Selain digembalakan, Caska juga kadang mengarit rumput pada ladang disekitar tanggul kali dan sekitar tanaman tebu di lahan perkebunan Pabrik Gula (PG) Jatitujuh. “Selain memberi pakan dengan rumput yang sesuai anjuran seperti rumput gajang, kinggrace, odot, indigofera dan lain-lain, rumput liar kembang telang juga merupakan rumput yang disenangi ternak,” tuturnya.

Karena itu saat mencari rumput untuk pakan, Caska juga mengambil kembang telang yang ada di sekitarnya. Meski caska mengak, kadang sulit diambil, karena tanaman ini tumbuh merambat pada pohon atau kayu lain sebagai rambatan.

Berdasarkan data Balai Penelitihan Ternak, Litbang Pertanian, Kementerian pertanian, kembang telang dapat tumbuh, baik pada kondisi kering dan terus-menerus menghasilkan biji selama masa pertumbuhan. Jumlah produksi tanaman dan biji masing-masing sebesar 25-35 ton biji kering (BK)/ha dan 2,77 ton/ha pada umur panen 42 hari

Kembang telang mengandung protein berkisar 21-29 persen, energi kasar 18,6 MJ/kg, kecernaan bahan organik 69,7 persen, kecernaan energi 66,6 persen dan energi termetabolis pada ruminan 12,4 MJ/kg.

Sedangkan kandungan protein kasar (25-38 persen), lemak kasar (10 persen) dan gula pada biji (5 persen). Karena itu tanaman ini berpotensi sebagai sumber protein dan energi untuk ternak ruminansia.

Data Balai Penelitian Ternak juga menyebutkan, pemberian kembang telag pada sapi perah dapat meningkatkan kandungan lemak dan total padatan. Sedangkan pemberian Clitoriaternatea yang dicampur pakan hijau lain pada domba, penambahan bobot berat hidup (PBBH)-nya sebesar 110-200 gr/ekor/hari. Kembang telang juga tidak menunjukan pengaruh negatif terhadap kesehatan ternak, serta tidak mempengaruhi volume dan pH.

Penyuluh Pertanian Kecamatan Bangodua, Indramayu, Tarminah yang juga menjadi pembinaan Kelompok Peternak Subur Mulya Desa Mulyasa mengatakan, kembang telang, termasuk jenis tanaman yang mudah tumbuh di lahan kering dengan udara panas dataran rendah, seperti Indramayu.

Tarminah mengakui, kembang telang ternyata banyak sekali manfaatnya. Selain dibudidayakan untuk keindahan (warna bunga sangat menarik), zat warnanya juga menjadi tanaman herbal untuk kesehatan.

“Kembang telang juga bermanfaat sebagai pakan ternak berkualitas tinggi, karena banyak mengandung protein dan serat yang dibutuhkan ternak, terutama jenis ruminanstia seperti kambing/domba, sapi dan kerbau,” tuturnya.

Meski kaya manfaat, menurut Tarminah, belum banyak peternak mengetahui sepenuhnya manfaat si biru cantik ini. Karena itu ia berjarap, ke depan perternak kambing/domba, sapi, kerbau mulai membudidayakan kembang telang ini sebagai bahan pakan ternak yang mudah, murah dan kaya kandungan protein.

“Apalagi syarat tumbuh sesuai sekali dengan topografi Kecamatan Bangodua yang berada di dataran rendah dan suhu udara yang panas,” ujarnya.

Reporter : Tarminah (PPL Bangodua)
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018