Friday, 10 July 2020


Kena Imbas COVID 19, Guide Wisata Banting Stir Ternak Kelinci

24 Jun 2020, 14:00 WIBEditor : Gesha

Peternak kelinci dari Banyuwangi | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Banyuwangi --- Pandemi COVID 19 kali ini memukul keras industri pariwisata, jutaan tenaga guide wisata di seluruh Indonesia nasibnya kini terkatung-katung tanpa pekerjaan. Tapi tidak bagi Ahmad Irawan yang sudah mempunyai usaha ternak kelinci akhir 2019.

"Awalnya coba-coba dan buat penghasilan tambahan di kampung, tapi sekarang malah menjadi penyelamat keuangan keluarga," ungkap pemuda umur 27 tahun asal Dusun Sumberagung, Desa Sumberbulu, Kec. Songgon, Banyuwangi, Ahmad Irawan.

Dirinya bercerita kegiatan guide sudah dilakukan selama 5 tahun, bahkan Ahmad sudah bergelar Asisten Trainer Outbond bersertifikat. Namun sejak Maret 2020, usaha pariwisata tersebut terpukul dengan adanya COVID 19. Karena itu, dirinya harus memutar otak untuk bisa tetap berpenghasilan.

"Sejak 8 bulan lalu saya seneng pelihara kelinci untuk isi kekosongan waktu saja. saya memelihara kelinci hias jenis rex (karpet), Kelinci Dutch (panda), kelinci holand lup yang memang banyak peminat,” ungkapnya. 

Ahmad hanya menyiapkan 5 ekor kelinci usia indukan. Setelah beranak, anakan kelinci tersebut dijual untuk dirawat. "Banyak permintaan memang untuk memelihara kelinci di rumah, buat pelepas stress," kelakarnya.

Dengan sedikit uang tabungan, dirinya pun membeli tambahan indukan 6 ekor. Sehingga kini di pekarangannya, Ahmad memiliki 35 kandang kelinci. "Padahal saya jual hasil anakan juga untuk biaya perawatan dan uang saku. Dalam sebulan terjual 30 sampai dengan 35 ekor  kelinci hasil ternak sendiri maupun blantikan dari teman komunitas kelinci,” ungkapnya.

Harga perkelinci, melihat jenisnya, bisa terjual antara Rp. 50 ribu sampai dengan 100 ribu. Peminatnya banyak penghobby dan penggemar kelinci pemula. "Lumayan untuk bertahan hidup selama masa Pandemi ini," tuturnya.

Namun Ahmad tidak menutup kemungkinan akan banting stir menjadi peternak kelinci. "Dari yang saya pelajari, peluang bisnis kelinci itu luas, ada yang untuk diolah dagingnya, ada juga untuk kelinci hias. Lebih pentingnya lagi bisa membuka lapangan kerja bagi pemuda tani disini," pungkasnya.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018