Wednesday, 15 July 2020


Melawan COVID 19 dengan Diversifikasi Olahan Susu ala Rina

24 Jun 2020, 15:37 WIBEditor : Gesha

Olahan sabun susu | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Cimahi --- Asupan protein selama masa Pandemi COVID 19 memang harus tetap dipenuhi. Tak hanya melalui protein hewani berupa daging-dagingan saja tetapi juga asupan susu segar dan berbagai olahannya yang bisa diperoleh masyarakat Cimahi dengan mudah di Gerai Susu Segar milik Sentra Susu Cipageran.

Pengembangan usaha peternakan yang berorientasi bisnis sekaligus meningkatkan pendapatan peternak semakin banyak ditemui, bahkan menjadi salah satu penopang ekonomi peternak semasa Pandemi COVID 19 sekarang ini. 

Seperti yang dilakukan Rina Rosdianawati dengan Kelompok Peternak Sapi Perah dan Kelompok Olahan Susu yang berada dalam satu wadah, yakni Sentra Susu Cipageran yang berada di Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara Kota Cimahi.

Kisah kesuksesan Rina menjadi Wirausaha bermula dari keprihatinannya dengan harga susu dari peternak Kota Cimahi yang dinilainya sangat rendah, sekitar Rp4.500 - Rp4.700. Harga tersebut dinilai belum dapat menutupi harga pakan sapi perah yang membuat peternak semakin merugi.

Kini berbagai varian produk olahan pangan telah berhasil diproduksi, antara lain susu pasteurisasi 700 cup per hari, yoghurt 200 botol seminggu, permen karamel 12 kg per minggu, dan kerupuk susu yang dijual berdasarkan pesanan.

“Sekarang produk yang kami hasilkan pun dapat lebih beragam jenisnya dan bertambah jumlahnya. Ini semua berkat semangat dan kekompakan Ibu-Ibu semua,” jelasnya.

Selain produk pangan, ada juga produk olahan non pangan yakni sabun susu yang berkhasiat menghaluskan kulit dan telah dipasarkan di Jakarta dan Lampung. Produk olahan Sentra Cipageran ini juga telah memiliki izin edar PIRT dan Halal.

Sentra Susu Cipageran dipasarkan secara offline di "Gerai Olahan Susu” di Kota Cimahi dan secara online melalui media sosial dan juga menjual susu murni ke luar kota, yakni ke Kabupaten Karawang 250-300 liter per minggu. Omzet dari hasil penjualan produk tersebut sekitar Rp30 Juta per bulan. Di masa pandemi COVID-19, permintaan susu semakin banyak dan relatif stabil.

Rina bahkan berinisiatif membuat sistem berlangganan bagi pecinta susu segar Cipageran dan akan langsung diantarkan begitu selesai diperah oleh Milk Man untuk di wilayah sekitar Cimahi. Begitu juga untuk luar kota disarankan untuk pre order.

“Meningkatnya penjualan berarti sejalan dengan peningkatan penghasilan kelompok. Walaupun mengolah susu belum menjadi mata pencaharian utama, tapi kegiatan ini memberikan dampak yang positif, meningkatnya kegiatan ekonomi dimasyarakat dan meningkatkan pendapatan peternak," katanya.

 

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018