Saturday, 26 September 2020


Banyak Terbuang, Mahasiswa Polbangtan Bogor Ajak Petani Fermentasikan Jerami

25 Jun 2020, 21:23 WIBEditor : Gesha

Petani milenial Polbangtan Bogor | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Pesawaran --- Desa Trirahayu, Kecamatan Negrikaton, Kabupaten Pesawaran merupakan salah satu sentra pertanian dan peternakan di Lampung. Sayangnya sebagian besar jerami terbuang percuma.

“Saya berupaya mengedukasi masyarakat di sekitar tempat tinggal saya yang kebanyakan adalah petani dan peternak untuk bias memanfaatkan limbah jerami pasca panen di bulan Mei ini menjadi bahan pakan," ungkap salah satu mahasiswa tingkat 11 jurusan Peternakan, program studi Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor, Rudi Cahyono Putro.

Jejaka yang biasa disapa Rudi ini merupakan putra daerah yang sangat prihatin melihat melimpahnya jerami sisa panen petani yang berakhir dengan dibakar bahkan dibuang percuma.

Karenanya, Rudi berinisiatif untuk mengajak petani dengan memanfaatakan jerami sebagai pakan fermentasi untuk sapi. "Dengan memafaatkan jerami yang difermentasi ini sangat bermanfaat untuk pakan ternak," tambahnya.

Pakan yang telah difemantasi tersebut bisa membantu pencernaan ternak, sehingga hewan tidak perlu mengeluarkan energi lebih untuk memperosesnya. Dengan fermentasi juga kualitas pakan akan meningkat karena nutrisi pakan tetap terjaga meskipun tumbuhan yang digunakan tidak segar lagi. 

"Semester kemarin saya sempat melakukan praktik mata kuliah produsi dan pengolahan hijauan makan ternak dengan fermentasi pakan, sehingga saat saya pulang kampung seperti ini bisa langsung saya praktikkan secara luas," bebernya. 

Bahan dasar pembuatan fermentasi pakan ternak yaitu dari jerami terutama jerami padi. Kemudian jerami tersebut dipotong dengan ukuran kurang lebih 15 sampai 25 cm. Potongan tersebut kemudian dicampurkan dengan larutan campuran probiotik (EM4), molases dan air serta ditaburkan dedak dan kemudian diaduk merata. "Selanjutnya di letakan kedalam drem atau plastik dan kita tutup untuk proses fermentasi selama 2 minggu," jelasnya.

Upaya Rudi untuk mengedukasi masyarakat sekitar juga diapresiasi dan membuatnya menjadi dibutuhkan di tengah masyarakat. "Ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi positif saya bagi pengembangan pembangunan peternakan.  Sebab peternakan tidak boleh berhenti! Anak muda peternak melenial maju terus, tetap semangat, Polbangtan Bisa!," tegas Rudi dengan penuh semangat.

Reporter : Arif Prastiyanto (Polbangtan Bogor)
Sumber : Polbangtan Bogor
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018