Tuesday, 11 August 2020


Pembibitan Ayam Kampung Tak Goyah dengan Pandemi COVID 19

06 Jul 2020, 06:33 WIBEditor : Gesha

Pembibitan ayam kampung | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Kegiatan usaha pembibitan ayam lokal tetap mampu melenggang di tengah gempuran pandemi Covid -19, seiring meningkatnya permintaan masyarakat akan berbagai jenis produk kuliner berbahan baku daging ayam bukan ras (buras) .

“Ternyata ada hikmah dibalik kejadian mewabahnya virus corona. Permintaan daging ayam kampung meningkat dan ini mendorong penguatan permintaan nasional terhadap bibit ayam lokal,” kata praktisi usaha pembibitan dan budidaya ayam kampung, Bambang Krista, di acara diskusi online Indonesia Livestock Club, belum lama berselang. 

Bambang Krista yang juga Ketua Umum Gabungan Pembibit Ayam Lokal Indonesia (Gapali) mengemukakan, meski tak sepesat ayam ras, dari tahun ke tahun permintaan akan daging ayam kampung juga menunjukkan tren kenaikan yang berdampak pada peningkatan kebutuhan nasional akan bibit ayam kampung.

Kondisi tersebut berbuntut pada terus bertambahnya pelaku usaha yang bergerak dibidang pembibitan ayam kampung di Tanah Air. “Sampai akhirnya pada tahun 2016 kami mendeklarasikan pendirian organisasi Gapali yang beranggotakan tujuh pelaku usaha pembibitan ayam lokal (kampung),” jelas Bambang.

Sebagai organisasi yang mewadahi perusahaan pembibitan ayam kampung, Gapali telah menyusun Action Plan jangka pendek, menengah bahkan jangka panjang untuk lima tahun ke depan. Salah satu rencana aksi yang akan digiatkan adalah mengajak kelompok-kelompok breeder untuk menerapkan Good Breeding Practice yang mengacu pada Peraturan Menteri Pertanian No.49/2016 tentang Pedoman Pembibitan Ayam Lokal yang Baik.

“Tantangan kami ke depan adalah bagaimana bisa menghasilkan bibit yang kian berkualitas dan mengubah kebiasaan peternak ayam kampung dari pemeliharaan sistem umbaran ke sistem intensif atau pengandangan. Dengan cara intensif diharapkan produksi dan populasi ayam lokal di dalam negeri bisa cepat meningkat,” tutur pemilik Citra Lestari Farm ini.

Guna mendukung tumbuh kembangnya usaha pembibitan ayam kampung, pihaknya juga berharap pemerintah terus mengoptimalkan fungsi instansi terkait untuk menghasilkan galur ayam kampung yang berkualitas sesuai tuntutan di masyarakat.

Peneliti dari Balai Penelitian Ternak (Balitnak) Kementerian Pertanian, Sofjan Iskandar, menuturkan bahwa pemerintah hingga kini masih terus melakukan pelepasan rumpun atau galur hewan.

Kegiatan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pertanian RI No.117 tahun 2014 tentang Penetapan dan Pelepasan Rumpun atau Galur Hewan. Pelepasan rumpun atau galur adalah penghargaan negara yang dilaksanakan oleh pemerintah terhadap sutu rumpun atau galur baru hasil pemuliaan di dalam negeri atau hasil introduksi yang dapat disebarluaskan.

Reporter : Ika Rahayu
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018