Monday, 10 August 2020


Pakai Masker, Pembeli Hewan Kurban Pilih Datang Langsung ke Peternakan

15 Jul 2020, 09:55 WIBEditor : Gesha

Bintang Tani Madani menerapkan protokol kesehatan Pandemi COVID 19 | Sumber Foto:Bintang Tani Madani

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor --- Pemandangan sedikit berbeda dalam menjelang Idul Adha tahun ini. Di Kota Bogor sendiri belum banyak pedagang hewan kurban di jalan-jalan. Pembeli Hewan kurban banyak yang memilih datang langsung ke peternakan hewan kurban terdekat. 

Seperti yang dilakukan salah satu warga Kota Bogor , Haji Okim yang menemani putrinya untuk datang memilih langsung sapi PO Super untuk kurban Idul Adha 10 Dzulhijjah 1441 H di Peternakan Sapi Bintang Tani Madani, Ciherang, Bogor.

Dirinya mengaku sudah datang beberapa kali ke peternakan Bintang Tani Madani untuk datang membeli sapi langsung. "Saya sudah langganan beli disini. TOP lah pelayanannya, terutama mengantisipasi COVID 19," tuturnya.

Kondisi berbeda diungkapkan oleh pembeli sapi lainnya, Bahar yang datang dari Ciomas. Dirinya baru pertama kali datang ke Bintang Tani Madani untuk membeli Sapi Madura guna kebutuhan kurban di mesjid tempat tinggalnya. "Saya tahu dari media sosial, penasaran dan akhirnya saya kontak via online kemudian datang kesini," bebernya.

Direktur Utama Bintang Madani, Rasyid Muhammad menuturkan penjualan hewan kurban di Bintang Tani Madani menerapkan protokol COVID 19 seperti diberikannya Face Shield, Tempat Cuci Tangan dengan Teknologi Tanpa Sentuh, Ketentuan Jaga Jarak, Kawasan Wajib Masker, bahkan diberikannya Olahan susu untuk membantu meningkatkan imunitas tubuh dimasa pandemi Covid19. "Masuk ke peternakan kami, wajib bermasker dan cuci tangan dahulu. Begitu keluar juga harus cuci tangan," tegasnya.

Tak hanya datang langsung, pemilihan sapi bisa dilakukan dari rumah mendukung hastag #dirumahaja, dilakukan chat whatsapp dengan cara menghubungi salah satu Admin Bintang Tani Madani yang tertera di website Bintang Tani Madani untuk menanyakan rekomendasi sapi yang cocok atau melakukan video call untuk melihat sapi secara live dari handphone.

"Tapi ada juga yang masih penasaran untuk datang ke peternakan. Bisa kita pilihkan untuk janji temu sehingga tidak akan berkerumun di kandang," tambahnya.

Sapi-sapi yang dijual di Bintang Tani Madani ini pun telah melalui berbagai protokol kesehatan yang sesuai untuk penjualan hewan kurban. "Sapi-sapi ini didatangkan langsung dari Madura, Sumba, NTT, Lampung dan lainnya yang peternaknya sudah bermitra dengan kami. Sapinya pun unggulan semua," beber Rasyid.

Sebelum datang ke Bogor, sapi tersebut dikarantina dan dilakukan sample darah untuk melihat status kesehatan hewan. Kemudian sapi dikapalkan menuju Bintang Tani Madani dan diberikan vitamin saat dalam perjalanan. "Setiap sapi diberikan kaluh (tindik hidung) untuk mempermudah proses penyembelihan hewan kurban," tambahnya.

Di peternakan Bintang Tani Madani, sapi diberikan pakan super food dan dirawat dengan cinta kasih. Setiap sapi yang sudah dibeli akan diberikan ear tag sehingga tidak akan tertukar. "Kita periksakan kesehatan hewan kurban tersebut juga sehingga pembeli akan dibekali juga dengan surat sehat hewan kurban dari Dinas Pertanian Kota Bogor, sapi kemudian diantarkan dan diterima konsumen," jelas Rasyid.

Pembeli hewan kurban di Bintang Tani Madani pun beragam karena tidak hanya pengurus DKM perumahan maupun keluarga besar saja, tetapi juga sekumpulan pemuda bahkan anak-anak juga patungan membeli disana. 

"Kemarin kan sempat viral, 7 anak-anak nabung uang jajannya per hari Rp 10 ribu selama 10 bulan untuk beli sapi kurban jenis Sapi NTT seharga Rp 20 jutaan," tuturnya.

Sehingga Rasyid meyakini penjualan sapi kurban tidak akan terkendala apapun, selama langkah pencegahan dilakukan salahsatunya dengan protokol kesehatan selama Pandemi COVID 19.

 

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018