Sunday, 09 August 2020


Khawatir Lemah COVID 19, Kambing Kurban akan Stok H-10 Idul Adha

15 Jul 2020, 10:23 WIBEditor : Gesha

Kambing masih jarang distok | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor -- Pedagang hewan kurban di Kota dan Kabupaten Bogor mengaku hanya menyetok sapi kurban daripada kambing, lantaran takut kambing lebih lemah menghadapi COVID 19 yang masih ada di Indonesia.

"Paling kita nyetok H-10 sebelum Idul Adha nanti. Soalnya dibanding sapi, kambing mah lebih lemah, takut malah sakit terus malah gak laku. Rugilah kita," beber pedagang hewan kurban di Jalan Alternatif GOR Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Yahya kepada tabloidsinartani.com.

Soal distribusi hewan kurban selama pandemi, Yahya mengaku tidak alami kesulitan karena tidak terhambat kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) saat diberangkatkan dari Jawa Tengah dan Bali. "Distribusi lancar tidak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya," kata Yahya yang sudah lima tahun berdagang hewan kurban.

Menurutnya, hewan kurban yang dijualnya sudah bersertifikat. Pemilik sapi sudah mengurus kelengkapan berkas, seperti sertifikat sehat dari Dinas KPKP (Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian) dari asal sapi dikirim.

Diakuinya  penjualan hewan kurban di tahun 2020 jelang Hari Raya Idul Adha ini turun drastis dibandingkan tahun sebelumnya. "Saya biasanya pada tanggal-tanggal segini sudah menjual sebanyak 150 ekor hewan kurban, tapi di tahun ini baru jual sebanyak 90 ekor,” katanya.

Kondisi serupa juga diungkapkan pedagang hewan kurban di Jalan Achmad Adnawidjaya, Ari. Dirinya mengaku baru akan menyetok kambing di H-7 sebelum Idul Adha. "Banyak yang sudah langganan sebenarnya dan mereka sudah percaya kualitas dari kambing yang saya jual, jadi mereka sabar nunggu," tuturnya.

Mencukupi Terpenuhi

Sementara itu, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bogor menyebutkan ketersediaan hewan qurban di Kota Bogor untuk Idul Adha 1441 H tergolong cukup. Daya beli dan ketersediaan hewan yang ada di pedagang hewan qurban bisa disebut seimbang.

“Untuk ketersediaan hewan qurban masih mencukupi seperti tahun-tahun sebelumnya,” ujar Anas S Rasmana, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bogor.

Anas menyebutkan, di tengah pandemi Covid-19, penurunan atau peningkatan pembelian hewan qurban, bukan pada penyediaan hewan qurban. Namun, ia belum bisa memastikan jumlah pasti hewan qurban yang tersedia di Kota Bogor saat ini. “Biasanya tim kami akan berkeliling ke tempat-tempat penjualan hewan qurban pada sepuluh hari terakhir sebelum hari pemotongan,” papar Anas.

Hewan qurban yang tersedia di Kota Bogor, menurut Anas, terutama sapi kebanyakan didatangkan dari daerah luar Kota Bogor. Seperti Bima, Bali, Madura, Tuban, Boyolali, Brebes, Sukabumi, dan sejumlah daerah di Jawa barat, serta Jawa Tengah. Sebab, di Kota Bogor sendiri belum banyak tersedia peternak sapi.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018