Sunday, 09 August 2020


Begini Aturan Berkurban saat Pandemi COVID 19

15 Jul 2020, 10:39 WIBEditor : Gesha

Penyembelihan hewan kurban | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mengharuskan penerapan protokol kesehatan yang ketat dalam pelaksanaan kurban pada Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah untuk mencegah penularan virus corona penyebab Covid-19, sekaligus tetap menjamin aspek kehalalan dan kebersihan daging kurban.

Ketua Baznas Bambang Sudibyo mengatakan, pihaknya menerapkan protokol kesehatan Covid-19 antara lain terkait dengan sumber daya manusia (SDM), proses pemilihan hewan kurban, penyembelihan dan pengelolaan, hingga pendistribusian daging kurban.

"Baznas melakukan pembatasan jumlah panitia dan pekerja. Semua panitia diwajibkan memperhatikan aturan yang berkaitan dengan physical distancing untuk selalu menjaga jarak, memakai alat pelindung diri (APD), seperti masker, sarung tangan, kacamata safety, apron dan sepatu boots," kata Bambang.

BAZNAS juga memberlakukan standar pemilihan hewan kurban.  Antara lain harus memenuhi persyaratan syariat Islam seperti jantan, gemuk, cukup umur, sehat dan tidak cacat termasuk hewan yang akan dikurbankan juga memiliki surat keterangan kesehatan hewan dan diperiksa oleh dokter hewan atau petugas berwenang.

Kami berupaya tidak melibatkan dan mengundang perhatian banyak orang sehingga penyembelihan dilakukan di tempat penyembelihan hewan kurban yang tertutup," kata dia.

Penyembelihan hewan tersebut akan dilakukan di rumah potong hewan (RPH) atau di tempat pemotongan hewan (TPH) yang terpisah dari pemukiman warga.

Setelah disembelih dan dikemas, daging kurban pun akan langsung didistribusikan dengan metode push approach yakni secara door to door mendatangi rumah warga.  Warga yang diberikan daging kurban tersebut adalah warga yang telah terdata dalam data penerima.

"Sehingga tidak ada lagi pembagian kupon kepada masyarakat atau mengumpulkan massa saat pembagian daging kurban seperti sebelumnya," kata dia. Adapun kurban online Baznas disalurkan di 58 titik dengan target 3.500 ekor hewan kurban yang diberikan kepada 70.000 KK penerima manfaat.

Protokol Kurban 2020

Sementara itu di Kota Bogor, Walikota Bogor, Bima Arya telah mengeluarkan Surat Edaran tentang Pelaksanaan Protokol Kesehatan Penjualan dan Pemotongan Hewan Kurban pada Saat Pandemi COVID-19 di Kota Bogor, untuk diterapkan pada Idul Adha 1441 Hijriah. "Surat edaran itu isinya adalah petunjuk teknis yang mengatur penjual hewan kurban maupun panitia pemotongan hewan kurban, menerapkan protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah," katanya.

Berdasarkan panduan protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah, penjual hewan kurban di wilayah Kota Bogor harus melaporkan kesiapan penerapan protokol kesehatan kepada camat setempat. "Surat Edaran juga mengatur tata cara berjualan hewan kurban, yakni tidak boleh berjualan di badan jalan, trotoar, taman kota, serta di atas saluran drainase," katanya.

Hewan kurban yang dijual, juga harus disertai surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) dari daerah asal dan melaporkannya ke DKPP Kota Bogor.

Sementara itu, terkait dengan pemotongan hewan kurban, dalam surat edaran mengatur bahwa tempat pemotongan hewan harus bersih serta dilakukan penyemprotan desinfektan sebelum dan sesudah pelaksanaan pemotongan hewan kurban.

"Di lokasi pemotongan hewan kurban, harus menerapkan kebersihan petugas pemotongan, memakai masker, rajin mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak fisik, dan mengukur temperatur tubuh dengan thermogun," katanya. Limbah dari hewan kurban yakni kotoran dan darah agar dibuang ke dalam septik tank atau dikubur. "Tidak boleh dibuang ke aliran sungai," sambungnya 

Petugas pemotongan hewan kurban harus sehat dan jumlahnya dibatasi sesuai dengan luas lokasi pemotongan hewan kurban. Petugas harus memakai masker, "face shield", memakai baju lengan panjang, rajin mencuci tangan dengan air mengalur dan menggunakan sabun, serta menadi sebelum dan setelah bertugas memotong hewan kurban.

Petugas pemotongan hewan kurban dianjurkan membawa peralatan pemotongan masing-masing yakni tidak saling meminjamkan alat. Pada saat menangani daging dan jeroan, tidak boleh saling berhadapan dan tidak merokok. Selesai pemotongan hewan kurban agar segera mandi, ganti baju, dan merendam baju yang tadi dipakai, dalam ember yang berisi detergen.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018