Monday, 28 September 2020


Fermentasi Ekstrak Gambir, Mampu Tingkatkan Kecernaan Ternak

14 Sep 2020, 10:09 WIBEditor : Gesha

Ekstraksi dan Fermentasi Gambir meningkatkan kecernaan ternak | Sumber Foto:ISTIMEWA

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor --- Di Sumatera Barat tepatnya di Kabupaten Lima Puluh Kota dan Pesisir Selatan, limbah gambir belum termanfaatkan dengan baik. Padahal, limbah dari ekstraksi gambir ternyata bisa dimanfaatkan menjadi pakan ternak yang potensial.

Tanaman gambir di Sumatera Barat sering digunakan sebagai bahan untuk menyirih maupun sebagai pewarna. Seperti diketahui,  kandungan senyawa yang terdapat dalam gambir ini adalah flavonoid, katekin, alkaloid, dan zat penyamak. Senyawa flavonoid mengandung antioksidan yang baik untuk mencegah terjadinya kanker. Selain itu flavonoid juga dapat melindungi struktur sel, meningkatkan efektivitas vitamin C, sebagai anti peradangan atau anti inflamasi, mencegah tulang keropos, serta sebagai antibiotik.

Adapun Jumlah produksi gambir di Sumatera Barat adalah 1.280 ton / bulan, berdasarkan besarnya potensi Limbah Ekstraksi Gambir (LEG) setiap bulan adalah 76,800 ton dalam berat basah. Jika kandungan Protein Kasar (PK) 11.84% x 76,800 = 900.312 ton (jumlah PK LEG yang terbuang setiap bulan).

Limbah Ekstraksi Gambir (LEG) yang berlimpah di Sumatera Barat jika ditinjau dari segi kualitas PK sangat menjanjikan untuk dijadikan pakan ternak ruminansia, maka perlu dilakukan penelitian lebih lanjut. Penelitian dan uji coba LEG telah dilakukan oleh Roni Yulianto pada September-November 2018, di laboratorium Nutrisi Ruminansia, Fakultas Peternakan, Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat. 

Dalam penelitian ini, ekstrak gambir di fermentasi dengan Mikroorganisme Lokal (MOL). Lama fermentasi terhadap MOL ini diuji terhadap degradasi Protein Kasar (PK), Produksi VFA dan NH3 secara In-vitro. Untuk diketahui, MOL adalah mikroorganisme yang dibuat dari cairan bahan-bahan asal alami yang disukai sebagai media hidup dan berkembangnya mikroorganisme. MOL berguna untuk mempercepat penghancuran bahan-bahan organik dan aktifaktor tambahan nutrisi bagi tumbuhan yang sengaja dikembangkan dari mikroorganisme yang berada ditempat tersebut.

Berdasarkan hasil analisis kualitas nutrisi LEG di Laboratorium Nutrisi Ruminansia mengandung Bahan Kering (BK) 56.43%; Abu 3,63%; Bahan Organik (BO) 53,51%; Protein Kasar (PK) 11,84%; Serat Kasar (SK) 34,27%;  Lemak 4,90%. Sedangkan kandungan Neutral Detergent Fiber (NDF) 63,32%; Acid Detergent Fiber (ADF) 56,49%; selullosa: 25,97%; hemiselullosa; 6,03?n lignin 28,80%.

Metoda pada penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 3 x 4 dengan 2 ulangan setiap perlakuan, terdiri dari: Faktor A: Penambahan Dedak pada LEG (A1 = 0?dak + 100% LEG, A2 = 10?dak + 90% LEG, A3 = 20?dak + 80% LEG. Faktor B: Lama fermentasi dengan MOL (B1 = 5 Hari, B2 = 10 Hari, B3 = 15 Hari, B4 = 20 Hari.  Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah degradasi protein kasar (%); Penentuan produksi konsentrasi total Volatile Fatty Acid (VFA) dan pengukuran produksi konsentrasi NHз.

Dari hasil penelitian dapat disimpulkan pada perlakuan A1 (0?dak + 100% LEG), dengan lama fermentasi B2 (10 hari) memberikan pengaruh sangat berbeda nyata lebih tinggi terhadap kecernaan PK, VFA, dan NH3. Dengan demikian dapat meningkatkan kecernaan dan memproteksi by protein dalam sistem pencernaan ternak ruminansia.  Proses fermentasi dengan MOL selama 5 hari tanpa penambahan dedak memberikan hasil terbaik In-vitro Limbah Ekstrak Gambir (LEG) terfermentasi.

Reporter : REP/RY
Sumber : Puslitbang Peternakan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018