Monday, 28 September 2020


Cerita Petani Manfaatkan Rumput Odot, Lebih Hijau dari Rumput Tetangga

14 Sep 2020, 11:45 WIBEditor : Gesha

Rumput odot lebih hijau dari rumput alam | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI. COM, Penajam Paser Utara - - Sebagai peternak, hal yang sangat penting dalam pemeliharaan sapi adalah tercukupinya kebutuhan pakan hijauan terutama yang bersifat unggul. Tentunya, rumput alam tidaklah cukup memenuhi kebutuhan pakan ternak. 

Serupa dengan tanaman, Produktivitas dan produksi ternak sangat dipengaruhi asupan nutrisi berupa pakan, khususnya pakan hijauan seperti rumput. Sayangnya, Peternak hanya mengandalkan rumput alam sebagai bahan pakannya.

Padahal menurut penelitian Damry pada tahun 2008, menegaskan Rumput alam atau rumput lapang bagi ternak dalam masa pertumbuhan hanya memperlihatkan penambahan bobot yang rendah serta tidak mampu memenuhi kebutuhan nutrisi ternak.

Sudah saatnya peternak beralih ke rumput unggul, salah satunya rumput odot atau gajah mini yang memiliki nama latin Pennisetum purpureum cv. Mott. Dari penelitian Sirait tahun 2017, rumput ini memiliki keunggulan yakni sangat disukai ternak serta nilai nutrisi yang baik dan sangat menjanjikan sebagai sumber pakan yang berkelanjutan.   Keunggulan lain rumput odot adalah kandungan protein 10-15%, produksi hijauan yang tinggi, serta kandungan serat kasar yang rendah.

"Odot merupakan rumput yang produksi hijauan dan serta yang lebih tinggi, tekstur batang dan daunnya lebih lunak sehingga disukai ternak, serta nilai nutrisinya yang tinggi. Jika dilihat dari segi kualitas, kuantitas, serta teksturnya rumput odot lebih unggul dibandingkan dengan rumput lapang,” ungkap peneliti dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Kalimantan Timur, Ludy Kartika. 

Kelompok Tani Istiqomah menjadi contoh kelompok tani yang berhasil mengembangkan rumput odot untuk keperluan pakan ternak. Saat ini lahan telah berkembang menjadi kurang lebih 3 hektar dengan jenis hijauan berupa odot, BH, setaria, dan indogofera. Hijauan yang telah ditanam sangat membantu bagi para peternak dalam memenuhi kebutuhan pakan ternaknya. 

"Awalnya, tidak ada seorangpun anggota kelompok Istiqomah yang memiliki tanaman hijaun rumput unggul dan hanya mencari dan memberikan rumput alam bagi ternaknya," ungkap anggota Poktan Istiqomah, Triono. 

Beruntung, Poktan Istiqomah memiliki sosok Triono yang yang bekerja di Balai Benih Palawija dan Hortikultura Babulu, menggagas untuk menanam sendiri hijauan pakan unggul di lahan peternakan milik desa Gunung Mulya, Babulu.

Sebelumnya, Kades Gunung Mulya telah meminjamkan lahan peternakan milik desa untuk dipergunakan mengusahakan ternak milik warga desa. Berawal dari dua hal inilah, gagasan dan izin mempergunakan lahan, kelompok Istiqomah akhirnya memiliki lahan hijauan rumput sendiri untuk membantu ketersediaan pakan ternak mereka. 

Awal penanaman memang tidak mudah, namun seiring waktu hingga sekarang telah dibuka lahan hingga 3 ha dan telah ditanami dengan berbagai macam rumput unggul seperti odot, setaria, brachiaria, serta tanaman legume pohon indigofera. BPTP Kaltim serta Dinas Pertanian setempat ikut bersama membina kelompok ini.

Di samping itu, inti dari keberhasilan ini adalah adanya keinginan yang kuat dari setiap peternak untuk maju, demi ternaknya masing-masing. Saat ini kelompok masih berencana untuk mengembangkan lahan rumput selagi masih ada lahan yang masih bisa ditanami. 

Anggota Poktan Istiqomah kini sudah menikmati manfaat dari memiliki hijauan unggul. Mereka tidak mengandalkan musim untuk menyediakan hijauan pakan ternak, sementara peternak lain yang belum memiliki lahan hijauan sendiri harus sibuk mencari pakan hingga ke daerah jauh pada saat musim kemarau. Demikian pula saat turun hujan, peternak yang telah memiliki rumput sendiri akan dimudahkan dan tidak perlu repot berhujan-hujan mencari rumput ke daerah lain. 

Dulang Manfaat

Selain dari nilai gizi yang lebih baik, masih banyak keuntungan lainnya dari menanam dan memiliki tanaman hijauan pakan unggul sendiri. Hanya saja para peternak terlihat lebih nyaman repot-repot mencari rumput alam liar daripada repot-repot menanam rumput unggul.

"Keduanya sama-sama repot, namun bila dihitung keuntungannya jauh lebih besar menanam rumput unggul daripada berburu rumput alam. Menanam rumput unggul hanya repot di awal, selanjutnya dijamin peternak menikmati keuntungannya. Ibarat menabung dan menikmati bunga setelahnya," ungkap Triono. 

Mengapa dirinya lebih tertarik untuk bertanam odot ketimbang mencari rumput? Triono menegaskan, pengeluaran peternak semakin bertambah dengan adanya ongkos BBM untuk mencari rumput." Saya tidak punya uang untuk beli bensin mencari rumput jauh-jauh," tukasnya. 

Setelah mendengar cerita pengalaman Triono, akhirnya ada 2 orang peternak kelompok Gemah Ripah dari Desa Gunung Makmur yang tertarik untuk mulai bertanam rumput odot. 

Pemerintah Desa juga sangat mendukung dan mendorong peternak untuk memanfaatkan lahan tidur yang ada untuk kepentingan peternakan. Saat ini kedua peternak sedang mengusahakan perluasan lahan rumput tersebut. “Saya ingin memiliki rumput sendiri seperti Pak Tri biar ndak capek nyari rumput, " harap anggota Kelompok Petani (Poktan) Gemah Ripah, Turino. 

Kini, Poktan Gemah Ripah melanjutkan perluasan lahan odot di tanah milik Desa Gunung Makmur dengan seizin Kades setempat. Kegiatan yang terus dikembangkan tahun ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pakan ternak Kelompok Gemah Ripah.

Jika boleh disimpulkan, menanam rumput unggul lebih banyak keuntungannya daripada kerugiannya, bahkan tidak ada ruginya sama sekali. Namun,  pada akhirnya  pertanyaan dikembalikan kepada  peternak, akankah nantinya rumput tetangga lebih hijau? Pilih mana, menanam sendiri rumput unggul atau masih harus berburu rumput alam yang nilai gizinya entah bagaimana? Mau dibuat susah atau mudah? Mari peternak Indonesia, mulailah menanam rumput unggul. Mari bersama kita memajukan peternakan Indonesia. 

Reporter : Sionita Gloriana Gunawan
Sumber : BPTP Kaltim
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018