Monday, 19 October 2020


Tepung Biji Anggur, Alternatif Pengganti AGP

05 Oct 2020, 10:53 WIBEditor : Gesha

Biji anggur bisa dikeringkan dan dicampurkan pada pakan ayam petelur | Sumber Foto:ISTIMEWA

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor --- Penggunaan Antibiotik Growth Promotore (AGP) sudah dilarang sejak tahun 2017 seiring dengan dikeluarkannya Peraturan Menteri Pertanian Nomor 14 Tahun 2017 tentang Klasifikasi Obat Hewan.  Sebagai pengganti antibiototik saat ini sudah mulai digunakan alternatif pengganti seperti enzim, asam organik, herbal, probiotik, prebiotik, sinbiotik, essential oil. Salah satu herbal yang potensial digunakan adalah tepung biji anggur.

Dengan adanya pelarangan penggunaan AGP, di beberapa daerah sentra peternakan ayam dilaporkan tingginya tingkat kematian serta sulitnya mencapai standar bobot badan ayam petelur (ayam layer). Fase stater menuju fase grower adalah fase dimana ayam paling rentan terkena serangan penyakit sehingga dikatakan fase kritis.

Optimalisasi pertumbuhan pada fase ini sering dipacu dengan pemberian AGP yang mana dimaksudkan untuk meningkatkan nafsu makan sehingga mempercepat pertumbuhan organ-organ dalam ayam dan tercapai standart bobot badan ideal untuk bertelur yakni mencapai bobot badan 1.5-2 kg pada masa pullet atau masa bertelur.

Salah satu tanaman herbal yang digunakan sebagai alternatif pengganti AGP adalah biji anggur yang mengandung senyawa aktif dan minyak essensial yang sangat bermanfaat bagi tubuh unggas. Senyawa aktif dalam biji anggur seperti resveratrol dan proantosianidin dapat memberikan suasana optimal pada saluran pencernaan dengan cara mengurangi bakteri pathogen dalam saluran pencernaanResveratrol yang terdapat pada buah anggur dapat merangsang nafsu makan karena adanya bau yang terdapat pada metabolit sekundernya.

Pembuatan tepung biji anggur dimulai dengan menjemur biji anggur di jemur di bawah sinar matahari kurang lebih selama 2 hari kemudian dioven dengan suhu 60 derajat celcius selama 1 jam. Setelah itu, biji anggur yang telah kering digiling hingga halus dan membentuk tepung. Dari hasil analisis dasar, tepung biji anggur mengandung nutrisi Kadar air 13%; Protein 10,17%; Lemak 24,83%;  Serat 36,39%; Abu 2,68%; Kalsium 0,56 persen, Fosfor 0,31%.

Tambah Bobot

Pemberian tepung biji anggur telah dilakukan penelitian pada bulan April sampai Mei tahun 2019 di Fakultas Peternakan, Universitas Islam Lamongan oleh Dyanovita Alkurnia, Eka Sarofah Ningsih Wahyuni dan Wahyuni. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari penggunaan tepung biji anggur dalam meningkatkan konsumsi dan pertambahan bobot badan ayam petelur fase starter - grower.

Dalam penelitian ini, 60 ekor ayam petelur umur 0-60 hari yang dipelihara selama 60 hari. Penelitian dilakukan dengan pemberian tepung biji anggur yang dibagi kedalam 4 level yaitu: P0 (pakan komersil tanpa penambahan tepung biji anggur); P1 (pakan komersil + 0,012 persen tepung biji anggur); P2 (pakan komersil + 0,018persen tepung biji anggur); dan P3 (pakan komersil + 0,024 persn tepung biji anggur).

Ayam petelur fase starter grower yang menjadi objek penelitian, dibagi kedalam empat level perlakuan P0, P1, P2, P3. Setiap perlakuan diulang tiga kali dengan mengamati tingkat konsumsi dan pertambahan berat badan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tepung biji anggur berpengaruh nyata pada konsumsi pakan. Perlakuan terbaik pada P2 (468 g), P1 (465 g), P3 (467 g), dan P0 (464). Begitu juga dengan Pertambahan Berat Badan (PBB)  dicapai pada P2 (706 g) kemudian disusul  P1  (705 g);  P3  (704  g)  dan P0 (700 g)

Sehingga, pemberian pakan dengan tambahan tepung biji anggur cenderung lebih baik dalam meningkatkan pertambahan bobot badan dan menurunkan nilai konversi pakan jika dibandingkan kontrol (tanpa pemberian tepung biji anggur). Hal ini diduga disebabkan oleh masih adanya bau khas resveratrol dalam pakan sehingga dapat meningkatkan nafsu makan, selain itu biji anggur dapat berperan sebagai prebiotic yang memperbaiki keseimbangan microflora usus.

Namun, Biji anggur pada penelitian dalam bentuk tepung bukan diekstrak memungkinkan masih adanya zat anti nutrisi seperti tanin yang menjadi faktor pembatas sehingga pemberian dalam jumlah yang lebih besar akan menurunkan performa ayam layer stater grower.

Reporter : REP/DA
Sumber : Puslitbang Peternakan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018