Saturday, 24 October 2020


DKI Jakarta Penuhi Kebutuhan Ayam Potong dengan 9 RPHU

15 Oct 2020, 16:33 WIBEditor : Gesha

RPHU di Rawa Kepiting | Sumber Foto:Pusyankeswan DKI Jakarta

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Sebagai pusat Ibukota dan masyarakat yang padat, kebutuhan pangan khususnya protein hewani seperti ayam tentunya menjadi tantangan bagi pengelolanya. 

"Setiap harinya, kebutuhan ayam potong di DKI Jakarta mencapai 100 ribu ekor untuk seluruh masyarakat. Hingga sekarang baru bisa terpenuhi sebanyak 93.700 ekor per hari dari 9 Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) milik Pemprov," beber Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (Dinas KPKP) DKI Jakarta, Suharini Eliawati. 

Karena itu, Dinas KPKP mengaku selalu berkolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari BUMD, hingga pelaku usaha (integrator) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. "Begitu terpenuhi, maka harga akan terjamin dan terkendali. Ini penting sebab ayam dan telur begitu akrab dengan masyarakat karena lebih terjangkau dengan kualitas protein hewani yang tinggi," tambahnya.

Adapun 9 RPHU tersebut adalah RPHU Rawa Kepiting, RPHU Cakung, RPHU Pulogadung, RPHU Petukangan Utara, RPHU Kartika Eka Darma, RPHU Lokbin Pasar Minggu, RPHU Rawa Lele, RPHU Rorotan dan RPHU Rawa Terate.

Dibangunnya RPHU ini, diakui Suharini sebagai bagian kebijakan Pemprov DKI Jakarta agar penampungan dan pemotongan hewan unggas khususnya ayam dilakukan secara terpusat dan terkendali serta terawasi.

"Tahun 2004-2007, saat terjadi flu burung, Pemprov memulai upaya dengan sentralisasi usaha pemotongan unggas yang selama ini dilakukan disekitar pemukiman menjadi di RPHU, kemudian masuk ke pedagang dan diterima konsumen," bebernya.

RPHU ini pun menjadi upaya Pemprov DKI Jakarta untuk menyediakan bahan pangan yang aman dan sehat bagi konsumen dengan menerapkan ASUH (Aman, Sehat, Utuh dan Halal) dalam setiap lini produksi produk unggas.

"Petugas Dinas pun senantiasa aktif 24 jam untuk mengecek keamanan pangan asal ternak ini, secara ante Mortem dan post mortemnya. Mulai dari ayamnya ditampung, disembelih dan diproses menjadi ayam potong," tambahnya.

Kondisi RPHU 

Dari keseluruhan RPHU tersebut, diakui Suharini sebagian besar proses masih dilakukan secara manual dengan juru sembelih halal (Juleha) yang sudah tersertifikasi. 

Ditambahkan Suharini, RPHU Rawa Terate sejak tahun 2019 mulai diperkenalkan sistem semi otomatis dengan kapasitas 1200-1500 ekor ayam per jam, yang kini sudah memotong lebih dari 200 ribu ekor ayam per harinya. "Hingga sekarang memang perlu adanya edukasi dan update bagi pelaku usaha pemotongan ayam agar bisa menggunakan mesin semi otomatis ini," tambahnya.

Di RPHU Rorotan, Jakarta Utara, juga diungkapkan Suharini tak hanya digunakan untuk pemotongan ayam saja, tetapi juga bebek (itik) karena banyak peternak itik di Jakarta Utara yang menggunakan jalan sepanjang Green Garden Rorotan sebagai tempat pemotongan tidak higienis.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018