Sunday, 29 November 2020


Bisnis Unggas Di Kalimantan Timur Prospektif

20 Nov 2020, 08:31 WIBEditor : Gesha

Peserta Kegiatan Webinar HATN 2020 yang digelar di Samarinda Kalimantan Timur berfoto bersama usai acara. | Sumber Foto:Panitia HATN

TABLOIDSINARTANI.COM, Samarinda --- Kegiatan usaha bisnis perunggasan di wilayah Provinsi Kalimantan Timur masih berpeluang besar untuk lebih dikembangkan seiring terus meningkatnya permintaan akan daging ayam dan telur oleh masyarakat setempat. Kebutuhan akan dua jenis bahan pangan kaya protein hewani tersebut dipastikan bakal kian terdongkrak manakala ibukota negara jadi berpindah dari Jakarta ke  Kalimantan Timur (Kaltim).

"Usaha  budidaya ayam ras di Kalimantan Timur sangat  prospektif, ketersediaan lahan di wilayah ini juga masih luas. Karenanya kami terus mendorong investor untuk masuk ke bisnis ini ," kata I Gusti Made Jaya Adhi dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim di acara Webinar Hari Ayam dan Telur Nasional 2020, di Samarinda ,Rabu (18/11 ). 

Made Jaya mengemukakan bahwa kegiatan bisnis terkait perunggasan yang berkembang di Kaltim  meliputi usaha ayam bukan ras (buras) , ayam ras pedaging (broiler) dan ayam ras petelur (layer). Akibat meningginya permintaan akan daging ayam maka populasi broiler pun terus naik dan saat ini telah mencapai sekitar 70 juta ekor. Populasi sebanyak itu telah mampu mencukupi kebutuhan masyarakat lokal akan daging ayam. "Produksi DOC broiler sdh bisa dipenuhi dari enam perusahaan pembibitan yang ada di Kaltim. Jadi utk daging ayam sudah bisa dipenuhi dari pembudidaya di Kaltim," tuturnya.

Berbanding terbalik dengan broiler, populasi layer di Kaltim masih rendah yakni hanya sekitar 1 juta ekor. Akibatnya produksi telur dari peternak juga terbatas sehingga penyediaan telur bagi masyarakat  masih mengandalkan dari luar wilayah Kaltim. Memperhatikan kondisi tersebut , pihaknya masih terus mengupayakan agar lebih banyak lagi yang mau  mengembangkan  kegiatan budidaya layer.  "Di Kutai Timur baru ada 4 peternak layer padahal ketersediaan  lahan disana masih luas. Ini bisa dikembangkan untuk kegiatan budidaya layer," ujarnya 

Mengingat permintaan masyarakat  akan daging ayam dan telur ayam dari tahun ke tahun terus meningkat maka Pemprov Kaltim akan terus mendorong agar budidaya ayam ras dapat  dikembangkan terlebih disaat ibukota negara sudah berpindah ke wilayah Kaltim. " Yang jadi tantangan ke depan adalah bagaimana agar ada pabrik pakan di wilayah kami spy pakan tak harus didatangkan dari luar Kaltim," katanya.

Senada dengan Made Jaya, pengamat bisnis peternakan, Bambang Suharno, juga menilai kegiatan usaha  yang terkait dengan produksi daging ayam dan telur sangat menjanjikan karena daging ayam dan telur sudah menjadi kebutuhan masyarakat banyak.

Daging ayam dan telur banyak dipilih disamping karena nilai gizinya tinggi , harganya pun paling terjangkau. Di masa pandemi covid-19 saat ini daging ayam dan telur kian dicari karena bisa menjadi sarana untuk meningkatkan imun tubuh. 

"Karena itu di  momen  peringatan HATN tahun ini kami  mengingatkan masyarakat untuk banyak mengkonsumsi daging ayam dan telur agar imun tubuh dapat meningkat ," kata Bambang di acara Webinar yang dipandu Duta Ayam dan Telur (DAT) 2018-2021, Andi  Ricky Rosali itu.

Reporter : IRA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018