Saturday, 23 January 2021


Gowa Remajakan RPH Perkuat Hilirisasi Peternakan

11 Jan 2021, 10:44 WIBEditor : Ahmad Soim

Mentan SYL meninjau RPH di Gowa | Sumber Foto:Dok Humas Kementan

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Gowa,- Kabupaten Gowa tengah mewujudkan program super prioritas pertanian (SPP) subsektor peternakan. Kabupaten ini mengembangkan kawasan rumah potong hewan (RPH) Tamarunang. Kawasan  ini diharapkan dapat dikembangkan menjadi agribisnis ternak dari hulu ke hilir sehingga dapat diaplikasikan di daerah lain.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan kunjungannya kali ini ke Kabupaten Gowa dalam rangka meninjau RPH yang ingin segera di modernisasikan oleh Pemerintah Kabupaten Gowa.

"Saya diundang oleh Bupati Gowa untuk melihat RPH sudah dalam proses modernisasi.Beliau ingin RPH ini dioptimalisasi dan disinergikan dengan konsep mendorong pemenuhan kebutuhan subsektor peternakan atau ternak yang ada di seluruh Indonesia,"kata Mentan Syahrul saat diwawancarai saat berkunjung ke Rumah Potong Hewan (RPH) Tamarunang, KecamatanSomba Opu, Kabupaten Gowa, Sabtu (9/1/2021).

Mentan Syahrul mengatakan akan mendukung kemajuan daerah di Indonesia seperti Kabupaten Gowa. Kata, Syahrul, nanti konsep dari modernisasi RPH dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Gowa sedangkan Kementan akan mendukung dalam merealisasikannya.

"Oleh karna itu, kita sepakat hari ini dengan Bupati Gowa untuk bisa mempersiapkan RPH ini lebih baik lagi. Tentu saja ini dimulai dari budidaya sapi yang makin kuat sebagai bagian hulu nya. Yang kedua, RPH ini harus memenuhi higienitas, sesuai standar kesehatan dari peternakannya, dagingnya sehingga produk peternakan Gowa ini nantinya dapat bersaing dengan produk impor,"ujar Syahrul.

Syahrul juga menambahkan bahwa sesuai arahan Presiden Joko Widodo, upaya pengembangan  sektor pertanian  dilakukan  dari hulu ke hilir, prosesnya tidak putus. Nantinya, pengembangan RPH Gowa tidak hanya sapi potong, sapi budidaya, tapi juga sapi susu. Menurut Mentan, Kabupaten Gowa sejak dulu memang penghasil  susu, sehingga ini perlu ditingkatkan lagi.

"Jadi  bukan hanya mengembangkan sapi, tapi kemudian setelah idul fitri semua sapi dipotong, tidak lagi berlanjut karna tidak ada industri nya, tidak ada hulu dan hilirisasinya yang jelas. Jadi mari kita coba,"ucap Syahrul.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Nasrullah mengatakan RPH Tamarunang terletak di Kabupataen Gowa yang dibangun pada tahun 2000 sebagai RPH termodern di Indonesia timur saat itu.

"Permintaan kebutuhan daging yang makin meningkat dan semakin berkualitas. Hampir seluruh peralatan pendukung yang modern yang pernah dimiliki kini perlu diremajakan," tegasnya. 

Dirjen PKH meminta RPH ini difungsikan kembali sebagai salah satu mata rantai di hilir usaha peternakan sapi potong.

Dikesempatan yang sama, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengatakan kepercayaan dari Kementan merupakan sebuah sebanggaan bagi pemerintah dan masyarakat Gowa. 

Adnan yakin bahwa RPH yang akan segera dikembangkan di Kabupaten Gowa akan memberikan dampak ekonomi yang baik bagi masyarakat Kabupaten Gowa. Sehingga Kabupaten Gowa kedepan bisa lebih baik dan masyarakatnya makin sejahtera.

Reporter : Som
Sumber : Humas Kementan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018