Friday, 26 February 2021


Mendorong Kemandirian Pakan dengan Sumber Protein Lokal dan Bank Pakan

02 Feb 2021, 13:30 WIBEditor : Gesha

Mendorong kemandirian pakan dengan sumber hijauan dan bank pakan | Sumber Foto:ISTIMEWA

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Kemandirian pakan bagi peternak memang menjadi harapan pemerintah. Bahkan menjadi salah satu program Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) untuk membantu peternak.

“Kita saat ini menggerakkan sumber protein hijauan di semua daerah. Bagaimana gerakan tanaman yang mengadung protein tinggi. Ini kita lakukan secara serempak. Jadi selain sebagai sumber protein juga untuk penghijauan,” kata Direktur Pakan Ditjen PKH, Makmun Junaidin kepada tabloidsinartani.com.

Sejak 2019 menurut Makmun, pemerintah mem berikan fasilitasi untuk kemandirian pakan di 33 kelompok di 12 provinsi, baik untuk pakan ternak ruminansia maupun unggas. Dalam fasilitas itu, ada peralatan pakan, pengadaan bahan pakan dan bangunan.

Bukan hanya itu, Makmun mengungkapkan, untuk kemandirian peter nak unggas, pihaknya mem berikan bantuan silo untuk penyimpanan jagung. Silo yang sebelumnya untuk petani jagung, kini dialihkan ke peternak unggas. Bantuan silo saat ini telah diberikan untuk peternak layer di Blitar (Jawa Timur) dan Kendal (Jawa Tengah) sebagai sentra peternak layer. Dalam program pakan mandiri ini pemerintah juga terus mendorong efisiensi.

Sebab, komponen utama dalam produksi unggas adalah pakan. Untuk ayam broiler sekitar 60 persen dan ayam layer 70 persen. “Kalau mau efisien, maka upaya kita adalah bagaimana pakan itu efisien. Efisiennya dari mulai kualitas, kuantitas dan keamanannya,” tuturnya.

Tingginya harga pakan saat ini diakui Makmun, karena sebagian bahan baku masih impor. Misalnya, sumber protein yakni Meat Bone Meal (MBM) dan bungkil kedelai. Untuk jagung, pemerintah saat ini terus mendorong produksi dalam negeri dan menyetop impor. “Sebenarnya potensi bungkil sawit sebagai sumber pakan cukup besar, tapi untuk pakan unggas belum ada, karena persoalan untuk menghancurkan cangkang sawitnya,” katanya.

Bank Pakan

Sedangkan tahun 2020, Ditjen PKH mendorong kemandirian pakan melalui bank pakan. Bank Pakan ini ditujukan bagi kelompok ternak yang telah berusaha dibidang pakan. Jadi peternak, selain melakukan penyimpanan, juga meningkatkan produksi pakan, sehingga usahanya bisa berkembang. “Programnya kita perkuat kelompok tersebut dengan bank pakan. Tujuannya untuk mengubah pola pikir peternak ke arah bisnis,” kata Makmun.

Sementara itu Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), Nasrullah menegaskan, hampir 70 persen kesuksesan program peternakan tergantung kesiapan atau ketersediaan pakan. Diprediksi kebutuhan konsumsi protein asal ternak akan meningkat dua kali lipat pada tahun 2030.

Karena itu menurut Nasrullah, adanya Bank Pakan bisa menjadi salah satu solusi untuk tetap mendukung swasembada protein hewani. Karena itu inovasi Bank Pakan dibangun untuk menjamin ketersediaan pakan ternak sepanjang tahun. “Program ini juga harus menjadi gerakan massif bagi para petani dan peternak di tengah masyarakat. Bank Pakan ini juga bisa menjadi solusi meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian masyrakat petani dan peternak,” tuturnya.

Ditjen PKH Kementan telah memfasilitasi bantuan sarana dan prasarana pengolahan pakan melalui kegiatan pilot project Bank Pakan Tahun 2020. Adapun lokasinya yaitu di Kabupaten Lombok Tengah (NTB) dan Kabupaten Lampung Selatan (Lampung). Jika pilot project ini berhasil, maka diharapkan Bank Pakan dapat dibangun diseluruh provinsi di Indonesia.

Terkait manajemen usaha Bank Pakan, Nasrullah menyebut pihaknya juga sudah membangun sistem aplikasi Bank Pakan Online. Hal ini untuk memudahkan Bank Pakan melakukan pelaporan produksi, distribusi dan harga pakan secara online serta menjadikannya sebagai database online. ”Dengan adanya database online Bank Pakan, diharapkan kinerja Bank Pakan dapat dimonitor secara realtime dan dievaluasi baik oleh Bank Pakan itu sendiri maupun Dinas Kabupaten, Kota, Provinsi dan Pusat,” tutur Nasrullah.

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018