Sunday, 28 February 2021


Tumbuhkan Korporasi Peternak dengan Program 1.000 Desa Sapi

11 Feb 2021, 07:53 WIBEditor : Gesha

Program 1000 Desa Sapi dpersiapkan untuk swasembada daging | Sumber Foto:ISTIMEWA

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Mataram --- Pemerintah berupaya terus menumbuhkan korporasi peternak melalui pelaksanaan program kegiatan 1.000 Desa Sapi.  Kemunculan banyak komunitas peternak yang  berbadan hukum  di pedesaan  diharapkan bisa mempercepat peningkatan populasi ternak sapi di dalam negeri guna mendukung tercapainya swasembada daging nasional di 2024.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian, Nasrullah, di acara Webinar Nasional Peternakan Indonesia dalam rangka dies natalis ke-54 Fakultas Peternakan Universitas Mataram, Selasa (09/2) mengemukakan,  sebagaimana tercantum dalam RPJM 2020-2025 pemerintah bertekad untuk bisa mencapai swasembada daging nasional dalam Lima tahun ke depan. 

Posisi saat ini pasokan daging unggas (ayam ras)  yang mendominasi kebutuhan daging masyarakat sudah surplus, daging sapi dan kerbau yang masih kekurangan. 

"Populasi sapi naik 6-7 % per tahun tapi belum  bisa juga  menjawab masalah kekurangan daging sapi/kerbau secara nasional," kata Nasrullah.

Ada banyak faktor yang menurut Nasrullah membuat pertumbuhan produksi ternak sapi sulit bisa mengimbangi konsumsi daging sapi yang terus meningkat  , salah satunya karena hingga kini beternak sapi belum menjadi sumber pendapatan masyarakat.

Peternakan sapi masih didominasi peternakan rakyat berskala  kecil, sehingga  pemotongan sapi tergantung kebutuhan peternak. 

Sejauh ini belum ada peternakan sapi skala industri. Pembibitan intensif baru dilaksanakan di UPT Ditjen PKH. "Bila kondisinya masih  seperti ini sampai kiamat pun kita tak akan bisa swasembada daging sapi," tandas Nasrullah.

Upaya  terobosan menumbuhkan banyak korporasi peternak sapi/kerbau dipandang Dirjen PKH penting  karena dengan cara demikian dapat dilakukan akselerasi populasi dan produktivitas  kedua jenis ternak ruminansia besar tersebut sekaligus lebih memberdayakan peternaknya.

Dengan menyatukan diri dalam wadah kelembagaan ekonomi, peternak akan mudah terakses ke skema  pembiayaan berbunga rendah seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR). Sehingga Korporasi peternak ke depan  dapat  mengembangkan usaha peternakan sapi yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Integrasi Sapi-Sawit

Sekretaris Ditjen PKH, Makmun, menjelaskan, upaya  penumbuhan korporasi peternak dalam hal ini menjadi bagian dari pelaksanaan program 1.000 Desa Sapi yang menjadi program prioritas Ditjen PKH. Sasarannya ke depan  korporasi peternak sapi tak hanya makin piawai mengembangkan  usaha pembibitan sapi tetapi juga penggemukan sapi di aspek onfarm Implementasinya antara lain melalui aktivitas  kemitraan dengan industri  sawit.

Integrasi peternakan sapi dan industri kelapa sawit sekaligus sebagai solusi untuk mengatasi masalah keterbatasan lahan dan  pakan hijauan. 

Integrasi sapi-sawit, menurut Makmun sesungguhnya sudah lama berjalan namun perkembangannya belum  menggembirakan. 

"Dari sekitar 16 juta ha lahan sawit di Indonesia, baru 1 % yang dr dimanfaatkan untuk kegiatan integrasi sapi-sawit. 

Terdata baru 7  wilayah sawit yang  kegiatan integrasi sapi-sawitnya didukung peraturan gubernur (pergub). "Kami berharap nantinya ada regulasi yang lebih kuat yang mewajibkan industri sawit ikut melaksanakan kegiatan integrasi sapi-sawit. Dengan demikian upaya menumbuhkan korporasi peternak sapi juga kian terdukung," tandas Makmun .   

Reporter : Ika Rahayu
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018