Sunday, 28 February 2021


Sapi Jabres, SDG Ternak dari Kota Bawang

23 Feb 2021, 09:39 WIBEditor : Yulianto

Sapi Jabres, SDG ternak dari Brebes | Sumber Foto:Blog Banun Peternakan

TABLOIDSINARTANI.COM, Bantul---Selama ini orang mengenal Brebes karena identik dengan bawang merah dan telor asin. Bisa dimaklumi karena bawang merah dan telor asin kerap menjadi buah tangan ketika mampir di kota tersebut, terutama saat liburan hari-hari besar nasional dan keagamaan.

Tidak sedikit yang singgah di Brebes juga karena ingin menikmati kulinernya yakni sate kambing Balibul dan kupat glabed sate Blengkong yang fenomenal serta soto Babat, nasi Lengko,  ikan Peh dan Blekutak yang dipadukan dengan teh POCI gula batu.

Padahal selain bawang merah dan telor asin, Brebes juga memiliki berbagai komoditas unggulan dan andalan dibidang pertanian. Misalnya padi (termasuk beras hitam), jagung, cabai, kopi, cengkeh, ikan bandeng, ikan blanak, udang galah, kepiting soka, rumput laut dan garam rakyat.

Dibidang peternakan Kabupaten Brebes juga memiliki komoditas unggulan dan andalan seperti itik, ayam bukan ras (Buras), kambing dan  domba (kado), kerbau, serta sapi lokal Jawa Brebes yang dikenal dengan nama sapi Jabres.

Barangkali terkesan aneh karena sebagai warga asli Brebes untuk pertama kali mendengar tentang sapi Jabres adalah ketika diundang teman-teman  Pemuda Tani HKTI Brebes dalam forum pelantikan dan diskusi yang berlangsung di Sekolah Alam hutan Mangrove di Dukuh Pandansari, Desa Kaliwlingi, Kecamatan Wanasari, Brebes.

Ketika itu, seorang anggota DPRD Brebes dari Komisi B yang membidangi pertanian, sekaligus pembudidaya tanaman mangrove dan telah mengantongi penghargaan Kalpataru pada tahun 2015. Anggota DPRD itu menyampaikan informasi Brebes sebagai kabupaten terluas di Jawa Tengah setelah Kabupaten Cilacap memiliki potensi ternak  sapi lokal Jabres sebagai salah satu dari bangsa-bangsa sapi unggulan di Indonesia.

SDGT Lokal Indonesia

Sapi Jabres merupakan salah satu jenis sapi rumpun lokal dan sebagai kekayaan Sumber Daya Genetik Ternak (SDGT) lokal Indonesia yang ditetapkan Kementerian Pertanian RI pada 13 Agustus tahun 2012. Keberadaannya harus dilindungi dan dilestarikan. Hal itu perlu dilakukan mengingat keterbasan penyebaran sapi Jabres yang hanya ada di Kabupaten Brebes saja, serta mulai menurunnya mutu genetik sapi Jabres akibat perkawinan secara alami.

Berbagai penelitian dan pengkajian telah banyak dilakukan perguruan tinggi dan unit kerja di Kementerian Pertanian. Hasilnya dapat digunakan Pemerintah Daerah Brebes untuk penyusunan kebijakan, program dan kegiatan dalam pengembangan sapi Jabres.

Untuk meningkatkan populasi melalui peningkatan  produktivitas sapi Jabres, Pemerintah Daerah Kabupaten Brebes telah melakukan pendampingan pada peternak dalam perbaikan budidaya atau tata laksana. Diantaranya, pengembangan sumber bibit  di Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes dan pendirian padang penggembalaan di Dusun Maribaya, Desa Kalinusu, Kecamatan Bumiayu. Harapannya, bisa seperti padang penggembalaan sapi di Padang Mangatas, Sumatera Barat.

Sebagai sapi lokal Indonesia, sapi Jabres merupakan sapi lokal hasil persilangan antara sapi peranakan ongole (PO), sapi Madura dan sapi Bali yang telah  diternakan secara turun temurun sejak dari jaman penjajahan Hindia Belanda. Berdasarkan letak geografis diketahui bahwa persebaran sapi Jabres di Brebes berada di 17 kecamatan dengan populasi terbanyak  berada di wilayah Kecamatan Ketanggungan, Banjarharjo, Bantarkawung dan Salem. Daerah itu memang sesuai untuk pengembangan sapi Jabres.

Seperti apa karakteristik dan keunggulan Sapi jabres? Baca halaman selanjutnya.

Reporter : Asikin Chalifah
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018