Thursday, 22 October 2026


Peternak Ayam Butuh Dana untuk Modifikasi Kandang

03 Mar 2021, 18:56 WIBEditor : Gesha

peternak ayam ras pedaging (broiler) asal Kabupaten Bandung, Waryo Sahru

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Upaya memodifikasi  perkandangan dari  tradisional ke sistem yang lebih modern  dirasakan kian mendesak dilakukan  guna dapat meningkatkan efisiensi dalam pemeliharaan ternak ayam. Karenanya, peternak membutuhkan dukungan dana yang diharapkan bisa diperoleh dari lembaga pembiayaan dalam negeri. 

Dalam acara FGD virtual "Pembiayaan Usaha Tani pada Masa Pandemi COVID 19" yang diselenggarakan Tabloid Sinar Tani ,Rabu (03/03) peternak ayam ras pedaging (broiler) asal Kabupaten Bandung, Waryo Sahru yang mengemukakan,  selama pandemi covid-19 telah terjadi penurunan  permintaan daging ayam cukup signifikan di masyarakat, penurunannya mencapai sekitar 30 persen.

"Ditahun 2020  banyak peternak yang rugi. Jadi kalau mengandalkan dari dana pribadi untuk merehab kandang kelihatannya sulit,"  kata pria yang sudah lebih dari 30 tahun menekuni usaha budidaya broiler tersebut.

Dalam kondisi lemahnya demand yang kerap diikuti penurunan harga ayam panen, menurut Waryo, peternak harus bisa melakukan efisiensi di segala aspek. Salah satu upaya meningkatkan efisiensi di  aspek on farm adalah dengan memodifikasi kandang dari sistem terbuka (open house) ke close house atau semi closehouse. "Karena lokasi daerah kami lebih dari 500 meter diatas permukaan laut yang cocok adalah kandang semi close house ," tuturnya.

Meski tak sebesar membangun kandang closehouse,peternak yang bermaksud memodifikasi kandang ayamnya menjadi kandang semi closehouse tetap  membutuhkan dana yang jumlahnya tidak kecil. Setiap pemeliharaan ayam 5.000 ekor dibutuhkan biaya sekitar Rp 100 juta. 

Saat ini sebagai bendahara  Koperasi Produsen Unggas, Galur Cipinang Kabupaten Bandung Waryo tengah mengupayakan agar peternak anggota koperasinya bisa mendapatkan kredit berbunga murah dari perbankan untuk membiayai kegiatan modifikasi kandangnya.  Akan diupayakan  bisa mendapat fasilitas kredit usaha rakyat (KUR) dengan jaminan disiapkan oleh pihak pengurus koperasi.

"Kalau memungkinkan seperti proses mendapatkan kredit bank yang pernah kami lakukan dahulu,  Akta Jual Beli tanah disetorkan peternak  ke kami. Nanti pembayaran cicilan juga melalui kami. Karena memang umumnya peternak tak memiliki sertifikat hak milik," jelas Waryo. 

Alumnus Fakultas Peternakan IPB ini berharap dana kredit perbankan itu bisa secepatnya cair sehingga bisa digunakan oleh 30 anggota koperasinya untuk memodifikasi kandang masing-masing menjadi kandang semi closehouse.

Dengan menggunakan sistem perkandangan semi closehouse menurut perhitungan Waryo, titik impas (BEP) bisa ditekan menjadi hanya  sekitar Rp 15.000 per kg. "Berarti kalau seperti sekarang harga ayam panen di kandang Rp 18.000 per kg,peternak masih bisa mendapat untung," tuturnya. 

Disaat dimana kemampuan finansial peternak sangat terbatas, sebetulnya disamping dana untuk modifikasi kandang, peternak juga membutuhkan dukungan pembiayaan untuk modal kerja. Dengan rata-rata kepemilikan ayam 5.000 sampai 10.000 ekor ayam, maka kebutuhan modal kerja juga cukup besar. "Kami berharap bisa mendapatkan modal kerja peternak juga dari perbankan," ujar ayah lima anak ini.

Reporter : Ika Rahayu
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018