Jumat, 16 Januari 2026


Cukupi Kebutuhan Pakan, Ini yang Dilakukan Peternak Sapi Sleman

06 Mar 2021, 08:35 WIBEditor : Yulianto

Peternak Sleman sedang membuat feed complete

TABLOIDSINARTANI.COM, Sleman---Kebutuhan pakan ternak merupakan masalah utama dalam peternakan. Hampir 70 persen biaya usaha peternakan umumnya untuk kebutuhan pakan. Namun peternak Sleman punya cara sendiri mencukupi kebutuhan ternaknya.

Seperti diketahui selama ini peternak mencukup kebutuhan pakan dari hijauan dan pelengkap nutrisinya yaitu konsentrat. Tetapi hijauan pakan ternak tidak terus menerus tersedia, terutama saat musim kemarau, karena rumput sulit didapatkan.

Padahal ketersediaan hijauan sangat menentukan produktivitas ternak. Jika tidak tersedia bisa menimbulkan stres dan mengakibatkan ternak rentan terhadap berbagai penyakit.

Kenyataan di lapangan banyak dijumpai peternak belum sesuai dalam memberikan pakan ternak yang dibudidayakan, sehingga hasilnya tidak optimal. Untuk itu perlu terobosan baru untuk meningkatkan nilai gizi pakan ternak yaitu dengan membuat pakan komplit (complete feed).

Complete feed adalah teknologi formulasi pakan yang mencampur semua bahan pakan. Terdiri dari hijauan atau ditambah limbah pertanian, serta konsentrat yang dicampur menjadi satu. Dengan pemberian pakan komplit, selain praktis juga sangat menghemat tenaga kerja dan petani tidak perlu lagi setiap hari merumput.

Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman melalui UPTD BP4 Wilayah II Godean sebagai simpul kostratani di wilayah Kecamatan Gamping dan Godean memfasilitasi agar peternak bisa mengenal teknologi pembuatan pakan komplit.

Kegiatan pembuatan complete feed dilaksanakan di Desa Trihanggo, tepatnya di Kelompok Ternak Ngudi Rejeki, Padukuhan Kronggahan, Kelurahan Trihanggo. Usaha ternak sapi potong di kandang kelompok ternak sekitar 40 ekor sapi.

Praktek pembuatan complete feed disampaikan Khuril, pengawas mutu pakan ternak di Kabupaten Sleman. Khuril mangatakan, kebutuhan pakan khususnya untuk penggemukan dan juga pembibitan, perlu memperhatikan asupan pakan yang diberikan. Kecukupan gizi dan nutrisi akan membuat ternak sehat,” ujarnya.

Komposisi pakan yang baik adalah serat kasar 60 persen, konsetrat 30 persen dan pakan tambahan lain 10 persen. Manfaat pemberian pakan komplit ini antara lain untuk memenuhi gizi, hemat tenaga kerja, peternak tidak perlu setiap hari mencari rumputPraktek pembuatan complete feed didampingi dan dikawal langsung oleh penyuluh pertanian Desa Trihanggo.

Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam arahannya mengatakan agar memberikan perhatian khusus terhadap peningkatan produksi daging sapi/kerbau, kebijakan perunggasan, dan penurunan impor susu. "Saya kira perlu upaya-upaya perbaikan secara komprehensif, dari aspek hulu sampai hilir, sehingga ketahanan pangan yang bersumber dari protein hewani dapat tercapai,” tegas SYL.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi juga menegaskanKostratani sebagai pusat data dan informasi, juga pusat gerakan pembangunan pertanian. Kostratani juga menjadi pusat pembelajaran, konsultasi agribisnis, dan pusat pengembangan jejaring kemitraan.

Cara Membuatnya

Untuk membuat Complete Feed, bahan-bahan yang diperlukan yakni, hijauan pakan ternak 30 kg, ampas singkong 4 kg, kleci  4 kg, pollard 4  kg, bekatul 10 kg, mineral 0,5 kg, tetes tebu 0,4 lt, EM4 150 ml, dan garam krosok 0,5 kg.

Sedangkan cara pembuatannya :

1. Hijauan dicacah (semakin kecil semakin baik) kemudian dihamparkan diatas terpal dan diatasnya ditabur dedak, ampas singkong, kleci, pollard, mineral

2. Membuat larutan tetes tebu, probiotik, garam dengan air secukupnya

3. Menyemprotkan/percikkan larutan nomor 2 keatas hamparan nomor 1, selanjutnya diaduk hingga merata dan bila perlu ditambahkan air hingga kadar air campuran mencapai 60%

4. Untuk mengukur kadar air, adonan dikepalkan ditangan bila tangan basah tapi air tidak menetes berarti takaran kadar air sudah cukup

5. Memasukkan campuran yang sudah jadi ke dalam drum plastik, dipadatkan dan ditutup rapat (tidak ada udara luar yang masuk)

6. Pakan komplit hasil fermentasi ini dapat digunakan setelah 3 hari proses fermentasi berlangsung.

7. Setelah 3 hari difermentasi pakan komplit siap diberikan kepada ternak.

8. Takarannya, pemberian pakan komplit adalah 5 persen dari bobor ternak dan diberikan 2-3 kali sehari.

9. Setelah pemberian pakan drum plastik ditutup lagi rapat-rapat agar udara luar tidak masuk. Dengan perlakuan yang benar pakan komplit ini dapat bertahan selama 1,5 bulan.

Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK:  LANGGANAN TABLOID SINAR TANIAtau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klikmyedisi.com/sinartani/

Reporter : Mytha /Yeniarta (BBPP Ketindan)
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018