Sunday, 11 April 2021


Kelahiran Sapi Perah Dipantau Ketat

13 Mar 2021, 09:27 WIBEditor : Gesha

Sapi Perah terus dipantau ketat | Sumber Foto:ISTIMEWA

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Tak hanya sapi potong, pemerintah juga memantau ketat kondisi kelahiran Sapi perah guna mendorong percepatan peningkatan populasi sapi perah dan produksi susu segar di dalam negeri.  Tingginya angka kelahiran diharapkan bisa menambah populasi calon sapi dara sebagai pengganti sapi-sapi induk yang sudah tidak produktif.

Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian, Sugiono, mengemukakan data bahwa selama periode 2018-2020 jumlah kelahiran pedet sapi perah mencapai  276.448 ekor  dengan rincian betina sebanyak 141.576 ekor dan jantan 134.872 ekor.

“Artinya ada potensi penambahan populasi calon sapi dara sebanyak 51,2?ri total kelahiran untuk  replacement stock sapi induk yang sudah tidak produktif,” ujarnya.

Kelahiran sapi perah tersebut  terbanyak berada di tiga provinsi sentra sapi perah dengan jumlah kelahiran sebanyak 269.486 ekor atau 97,48%. Ketiga provinsi tersebut yakni Jawa Timur sebanyak 106.647 ekor, Jawa Barat  98.053 ekor dan Jawa Tengah sebanyak 64.786 ekor. 

Adapun selama kurun waktu 2019-2020, tercatat ada pertambahan kelahiran sapi perah sebanyak 11.363 ekor atau tumbuh sebesar 10,8%. “Apabila dilihat dari dinamika kelahiran selama periode 2019-2020, tercatat pertumbuhan kelahiran yang positif. Tahun 2021 ini target akseptor IB sapi perah program SIKOMANDAN adalah 128.000. Tentunya kita berharap agar target ini dapat tercapai”, tutur Sugiono.

Mengurangi Impor

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Nasrullah mengatakan bahwa Program Ditjen PKH pada tahun 2021 masih berfokus pada komoditi dan produk yang masih impor yaitu  sapi dan susu. Ditjen PKH berupaya untuk mengurangi impor kedua komoditi tersebut melalui kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan populasi sapi perah  dalam negeri.

Untuk itu berbagai program sudah dilaksanakan, meliputi optimalisasi reproduksi yang dahulu bernama Gertak Birahi dan program  Inseminasi Buatan (GBIB). Berikutnya dilaksanakan program  Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (UPSUS SIWAB), kemudian sekarang ada program  Sapi dan Kerbau Komoditas Andalan Negeri (SIKOMANDAN). Program program tersebut  akan terus dilanjutkan dengan tambahan inovasi-inovasi yang lebih baik lagi

Program SIKOMANDAN merupakan salah satu kegiatan utama dalam rangka meningkatkan penyediaan produksi daging sapi dalam negeri bagi masyarakat sebagaimana dituangkan dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 17 Tahun 2020 tentang Peningkatan Produksi Sapi dan Kerbau Komoditas Andalan Negeri.

SIKOMANDAN dikemas dalam serangkaian kegiatan yang terintegrasi dan saling bersinergi dari hulu sampai hilir, dimulai dari upaya peningkatan kelahiran, diikuti upaya penurunan angka kematian dan upaya pengendalian penyakit lainnya, serta melakukan upaya peningkatan produktivitas ternak dengan penyediaan pakan secara cukup yang selanjutnya dilakukan pemotongan dengan baik sehingga menghasilkan daging yang baik dan berkualitas serta ASUH (Aman Sehat Utuh dan Halal), yang pada akhirnya produksi daging tersebut mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

==

Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK:  LANGGANAN TABLOID SINAR TANIAtau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klikmyedisi.com/sinartani/

Reporter : Ika Rahayu
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018