Sunday, 11 April 2021


Peternakan Babi Pulau Bulan, Siap Jadi Kawasan Bebas ASF

14 Mar 2021, 09:22 WIBEditor : Gesha

Peternakan babi di Indonesia | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Batam --- Pemerintah tengah mengupayakan lokasi peternakan babi di Pulau Bulan , Batam, Provinsi Kepulauan Riau  (Kepri) menjadi wilayah bebas penyakit African Swine Fever (ASF). Melalui upaya  ini diharapkan ekspor ternak babi ke Singapura  dapat lebih ditingkatkan .

Terletak tak jauh dari Kota Batam , Pulau Bulan  merupakan sentra peternakan babi dimana babi yang dihasilkan dari wilayah ini  diekspor dalam keadaan hidup  ke Singapura.

Pengiriman ke Singapura  menggunakan kapal angkut  ternak khusus yang didisain dengan menerapkan prinsip-prinsip  kesejahteraan hewan (animal walfare).

Petugas Badan Karantina Pertanian meninjau peternakan babi di Pulau Bulan (Dok. Badan Karantina Pertanian)

Perkembangan terakhir, proses sertifikasi kompartemen bebas ASF telah dilaksanakan oleh petugas dari Direktorat Jenderal  Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) di lokasi peternakan babi milik PT Indotirta Suaka (PT ITS) di Pulau Bulan. Kegiatan ini untuk penjaminan bahwa biosekuriti telah dijalankan dengan baik oleh pihak pengelola peternakan.

Otoritas Pangan Singapura (SFA)  mengapresiasi langkah peningkatan implementasi biosekuriti di peternakan babi PT ITS  yang merupakan pemasok utama babi untuk Singapura. (Baca Juga : Belajar Penanganan ASF dari Uganda)

Penyampaian apresiasi  mengemuka  saat berlangsung kegiatan  Annual Joint Audit Meeting secara daring antara SFA dan pihak  Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), Kementerian Pertanian  di Batam  pada 5 Maret 2021 .

"Peternakan di Pulau Bulan kini telah meningkatkan tindakan biosekurit untuk mencegah masuknya penyakit, khususnya agen penyebab penyakit African Swine Fever ke areal produksi," ucap Dr. Astrid Yeo, Senior Director, Food Regulatory Management Division (SFA). 

Pertemuan tahunan  SFA dan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) membahas perkembangan dan penanggulangan ASF (Dok.SFA)

Ia juga mengapresiasi proses sertifikasi kompartemen bebas ASF peternakan babi Pulau Bulan yang telah dilaksanakan oleh Ditjen PKH.

Pada pertemuan daring yang dihadiri  perwakilan dari Badan Karantina Pertanian, Kementan serta Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan, Kepri tersebut Direktur Kesehatan Hewan Ditjen PKH Fadjar Sumping Tjatur Rasa,  juga  menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Singapura atas kerja sama dan kepercayaannya sehingga peternakan babi di Pulau Bulan terus menjadi mitra dagang dalam penyediaan babi komersial untuk masyarakat Singapura sejak tahun 1988. 

"Kami  berharap hal ini terus berlanjut dan dapat ditingkatkan sehingga memberikan keuntungan bagi kedua negara," tuturnya. (Baca Juga : Kementan Kampanyekan Virus Demam Babi Afrika Tidak Tulari Manusia)

Fadjar kemudian memaparkan bahwa dalam rangka mengamankan wilayah Indonesia dari ancaman ASF, Kementan telah mengimplementasikan strategi pengendalian dan penanggulangan yakni pembatasan lalu lintas babi dan produknya dari daerah tertular, surveilans.

Termasuk, meningkatkan kepedulian/kesadaran masyarakat, dan penerapan kompartementalisasi, seperti halnya yang dilakukan di peternakan babi Pulau Bulan. 

Ia memberikan komitmennya bahwa Kementan akan terus memastikan bahwa implementasi biosekuriti dan penjaminan dalam bentuk kompartemen bebas ASF akan terus berjalan. 

"Hal ini akan kita lakukan bersama pemerintah daerah. Kapasitas laboratorium di provinsi dan PT. ITS juga akan kita dorong untuk terus ditingkatkan," janjinya. 

Pelaporan OIE

Fadjar menegaskan  bahwa Indonesia akan terus melakukan pelaporan perkembangan kasus ASF ke organisasi kesehatan hewan dunia  (OIE) secara berkala. Ia meyakini bahwa transparansi dalam pelaporan tersebut berkontribusi terhadap kepercayaan Singapura dan mitra dagang internasional lainnya terhadap Indonesia serta kemampuan Indonesia dalam implementasi kompartementalisasi dan pengendalian ASF. 

General Manager, Peternakan Babi Pulau Bulan,  Desmond Walsh di kesempatan pertemuan  menjelaskan berbagai upaya PT ITS untuk memastikan babi yang diekspor ke Singapura dalam kondisi sehat termasuk upaya pencegahan masuknya ASF dan tindakan biosekuriti lainnya. 

Telah dilakukan  peningkatan aktivitas penangkapan babi liar di kawasan Pulau Bulan, peningkatan surveilans dan mengirimkan sampelnya ke Balai Veteriner Bukittinggi.

Pada akhir pertemuan, semua pihak sepakat memberikan penilaian  bahwa telah banyak peningkatan pada aspek biosekuriti dan penjaminan kesehatan di peternakan babi Pulau Bulan, sehingga mendukung keberlanjutan dan potensi peningkatan ekspor babi hidup dari Pulau Bulan ke Singapura.

===

 

Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK:  LANGGANAN TABLOID SINAR TANIAtau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klikmyedisi.com/sinartani/

Reporter : Ika Rahayu
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018