Sunday, 11 April 2021


Digitalisasi Teknologi untuk Membangun  Korporasi Petani Sapi Potong

20 Mar 2021, 14:11 WIBEditor : Ahmad Soim

Peternakan sapi | Sumber Foto:repro

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta - Agribisnis peternakan perlu dikembangkan dengan cara cara baru, sehingga berkembang industrialisasinya yang membuat usaha ternak lebih efisien dan berdaya saing.

“Peternak kecil harus bersatu sehingga populasi menjadi banyak dan ekonomis. Jangan lagi beternak 2 ekor oleh 5 juta peternak. Peternak harus bersatu menjadi korporasi,” kata Presiden Joko Widodo dalam sebuah kesempatan. 

 Konsolisasi Bisnis, Permodalan dan Pengurus

Untuk menumbuhkan korporasi peternak perlu dilakukan konsolidasi kelembagaan. Ada 3 (tiga) aspek yang harus dilalui yaitu pertama konsolidasi kelembagaan meliputi aspek bisnisnya, kedua aspek permodalan dan ketiga aspek kompetensi anggota dan pengurus. Apabila ini sudah terlampaui tentunya korporasi ini sudah bisa dikembangkan.

Perlu diperhatikan adalah wilayah akan dijadikan tempat membangun  korporasi petani. Tempatnya dipilih yang pertama,  terdapat kelompok tani dan gabungan kelompok tani serta petani/peternak yang menjadi sasaran pengembangan korporasi petani di kawasan pertanian;

Kedua, terdapat sumber daya lahan yang dikelola Poktan, Gapoktan, dan petani/peternak sasaran pengembangan korporasi petani yang memenuhi skala ekonomi; Ketiga, terdapat SDM petani/peternak dan penyuluh pertanian, aparat pembina teknis lain serta pelaku usaha yang siap menjadi motivator penggerak penumbuhkembangan korporasi petani (local champion);

Keempat, tersedia dukungan prasarana dasar dan penunjang pengembangan produksi pertanian; Kelima, diprioritaskan bagi Poktan dan Gapoktan yang telah memiliki unit-unit usaha ekonomi produktif; Keenam, ada keinginan dan partisipasi aktif serta komitmen petani/peternak, Poktan, Gapoktan; Ketujuh, ada dukungan dan komitmen kuat dari instansi lingkup Kementerian Pertanian dan lintas sektor serta partisipasi aktif pemerintah daerah.

Prinsip utama korporasi petani/peternak yaitu konsolidasi manajemen lahan, Perkandangan, lahan hijauan pakan ternak, padang pengembalaan dan Pemasaran bersama untuk meningkatkan kontinuitas pasokan, efisiensi biaya pemasaran, kepastian/jaminan harga dan nilai tambah bagi petani/peternak anggota.

BACA JUGA:

> Budidaya Burung Puyuh, Usaha Ampuh Hasilnya Penuh

> Slamet Wuryadi, Demi Merah Putih Tularkan Virus Bisnis Burung Puyuh

> Jangan Salah Kaprah Lagi Soal Kolesterol Puyuh !

> Puyuh: Si Burung Kecil yang Menghasilkan Rejeki

Peran utama korporasi petani yang manfaatnya dirasakan petani/peternak anggota yaitu memiliki target pasar dengan jumlah pasokan, harga dan waktu penjualan yang jelas sebagai jaminan bagi petani/peternak yang bersedia dikonsolidasikan manajemen usahanya. Menyediakan bantuan input/modal usaha untuk membantu meringankan beban petani/peternak dan mengikat petani/peternak untuk dikonsolidasikan manajemen usahanya. Menjalankan fungsi pascapanen penanganan segar, pengemasan dan atau pengolahan. 

Pembentukan/penguatan korporasi petani yang perlu dilakukan: 1) meningkatkan kapasitas pengurus dalam manajemen keuangan dan investasi permodalan yang memungkinkan dihimpun oleh korporasi petani/peternak; 2) membangun kerjasama pemasaran dengan pedagang yang sudah eksis dan bersedia membuat kontrak pembelian dengan  korporasi petani/peternak; 3) menyusun business plan korporasi dengan perhitungan roi yang menguntungkan dan bagi hasil yang adil bagi pengurus dan anggota, dan 4) menyiapkan penghimpunan modal usaha korporasi petani/peternak dari anggota dan sumber keuangan lainnya.

Kemitraan dan Pemanfaat Teknologi Digital?

Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018