Jumat, 21 Juni 2024


Ihwal Penetapan 6 Rumpun Ternak Baru

13 Jan 2015, 10:34 WIBEditor : Kontributor

Mengakhiri masa jabatannya, Menteri Pertanian Suswono telah menetapkan 6 sumberdaya genetik hewan sebagai rumpun atau galur ternak lokal Indonesia. Keenam rumpun atau galur ternak tersebut yakni sapi pasundan (sebaran asli geografis Provinsi Jawa Barat), sapi kuantan dan kerbau kuntu (sebaran asli geografis Provinsi Riau), kuda gayo (sebaran asli geografis Provinsi Aceh) serta kambing senduro dan ayam gaok (sebaran asli geografis Provinsi Jawa Timur).

Rumpun atau galur ternak ditetapkan melalui Keputusan Menteri Pertanian dan diserahkan langsung oleh Menteri Pertanian Suswono, Kabinet Bersatu Jilid II kepada perwakilan masing-masing daerah asal rumpun atau galur ternak tepatnya pada tanggal 14 Oktober 2014 di Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak Sembawa, Sumatera Selatan.

Penetapan rumpun atau galur ternak merupakan upaya pemerintah untuk menjamin pemanfaatan dan kelestarian secara berkelanjutan, serta memberikan perlindungan hukum terhadap rumpun atau galur ternak.

Menteri Pertanian menetapkan rumpun atau galur ternak berdasarkan usulan bupati/walikota apabila sebaran asli geografis ternak berada dalam satu wilayah kabupaten/kota, dan usulan gubernur bila sebaran asli geografis ternak berada pada lintas kabupaten/kota dalam satu provinsi. Usulan penetapan rumpun atau galur ternak dikaji dan dinilai oleh Komisi Penilaian Penetapan dan Pelepasan Rumpun atau Galur Ternak (KP3RGT) yang berasal dari perguruan tinggi, dan lembaga penelitian. Hasil kajian dan penilaian KP3RGT tersebut menjadi pertimbangan Menteri Pertanian untuk menetapkan rumpun atau galur ternak. Persyaratan dan tata cara penetapan rumpun atau galur ternak diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 117 Tahun 2014 tentang Penetapan dan Pelepasan Rumpun atau Galur Hewan.

Dengan ditetapkannya rumpun atau galur ternak, maka perlu ada tindak lanjut sehingga tidak berhenti sampai di situ. Pertama, publikasi. Rumpun atau galur ternak yang telah ditetapkan dicatat dalam basis data Domestic Animal Diversity Information System (DAD-IS) yang dikembangkan oleh Food and Agriculture Organization (dad.fao.org). Data yang dimuat dalam basis data DAD-IS meliputi asal-usul, wilayah sebaran, karakteristik, informasi genetik, populasi dan foto. Publikasi dalam basis data DAD-IS dimaksudkan agar dikenal dunia internasional dan mencegah diklaim negara lain.

Kedua, penetapan wilayah sumber bibit. Wilayah sumber bibit ditetapkan pada kawasan yang berpotensi dan memenuhi kriteria untuk menghasilkan bibit dari rumpun atau galur ternak. Ketiga, pembinaan. Pembinaan dilakukan terhadap pelaku usaha peternakan agar menerapkan pembibitan ternak yang baik (Good Breeding Practices) dan budidaya ternak yang baik (Good Farming Practices).

Keempat, kemudahan usaha peternakan. Kemudahan diberikan kepada pelaku usaha peternakan baik pembibitan maupun budidaya melalui izin usaha, dan pendanaan (kredit suku bunga rendah). Kemudahan tersebut dapat mendorong pelaku usaha untuk berinvestasi pada usaha peternakan.

Sudah 51 Galur

Publikasi, penetapan wilayah sumber bibit, pembinaan, dan kemudahan usaha peternakan diharapkan pelaku usaha baik peternak maupun perusahaan peternakan akan tumbuh dan berkembang sehingga ketersediaan bibit ternak secara berkelanjutan dapat terjamin.

Penetapan 6 rumpun atau galur ternak ini menambah daftar rumpun atau galur ternak yang telah ditetapkan sejak tahun 2010 sebanyak 51 rumpun atau galur ternak yakni sapi bali, sapi madura, sapi aceh, sapi pesisir, sapi sumbawa, sapi peranakan ongole, sapi jabres, sapi sumba ongole, sapi donggala, kerbau sumbawa, kerbau moa, kerbau kalimantan timur, kerbau kalimantan selatan, kerbau toraja, kerbau pampangan, kerbau simeulue, kambing kaligesing, kambing lakor, kambing kacang, kambing peranakan etawa, kambing gembrong, kambing marica, domba kisar, domba garut, domba wonosobo, domba batur, domba sapudi, domba palu, ayam pelung, ayam kokok balenggek, ayam gaga, ayam merawang, ayam kedu, ayam nunukan, ayam sentul, itik alabio, itik tegal, itik pitalah, itik kerinci, itik bayang, itik talang benih, itik mojosari, itik pegagan, itik rambon, itik magelang, itik cihateup, itik turi, kuda sumbawa, kuda sandel, rusa sambar, dan anjing kintamani.

Gunawan Sitanggang - Pengawas Bibit Ternak

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

Editor : Julianto

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018