Friday, 07 May 2021


Beternak di Jantung Kota, Tengoklah ke Kota Hujan

15 Apr 2021, 09:02 WIBEditor : Yulianto

Peternakan sapi di Kota Bogor | Sumber Foto:Wina

TABLOIDSINARTANI.COM, Kota Bogor—Beternak di wilayah perkotaan memang sebuah dilematis. Di satu sisi jumlah penduduk yang cukup padat ditandai dengan lokasi rumah yang berdekatan. Namun di sisi lain untuk akses pemasaran lebih dekat.

Beternak di daerah perkotaan bisa dilihat di Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor. Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, Ir. Sugiono, MP mengatakan, kelebihan peternakan di wilayah perkotaan yaitu mempunyai kemudahan dari sisi hilirnya.

Apalagi masih banyak masyarakat yang membutuhkan konsumsi daging kambing domba, sehingga penjualan mudah. Namun demikian kendala yang sering muncul adalah kesulitan dalam mendapatkan pakan hijauan karena keterbatasan lahan.

Kota Bogor menurut Sugiono bisa meminimalisir kesulitan tersebut dengan memanfaatkan lahan lahan perkebunan menjadi sumber hijauan pakan ternak. Kota Bogor masih mempunyai potensi pengembangan peternakan.

Potensi peternakan Kota Bogor dapat dihat dari populasi sapi potong sebanyak 216 ekor, sapi perah sebanyak 1.129 ekor, kerbau 162 ekor, kambing 2.594 ekor dan domba sebanyak 13.463 ekor. Kota Bogor mempunyai luas potensi lahan perkebunan seluas 539 ha, yang berpotensi sebagai lahan peternakan kurang lebih 53 ha.

Tahun 2021, ungkap Sugiono, pemerintah akan memberikan bantuan kepada 12 kelompok ternak yang ada di Kota Bogor. Masing-masing kelompok akan mendapat 20 ekor kambing atau domba. Harapan kedepannnya Kota Bogor dapat berperan menjadi lokasi eduwisata peternakan baik ternak kambing, domba, sapi maupun produk olahannya,kata Sugiono.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor, drh. Wina, MM mengatakan, pihaknya terus berupaya meningkatkan produksi ternak melalui kegiatan pembinaan peternak, budidaya pakan ternak serta kegiatan Transfer Embrio (TE) yang bekerjasama dengan Balai Embrio Transfer (BET) Cipelang Bogor.

Transfer embrio merupakan teknik memasukkan embrio ke dalam alat reproduksi ternak betina sehat (resipien) dengan alat tertentu dengan tujuan ternak menjadi bunting. Sejauh ini, transfer embrio telah diaplikasikan pada 14 ekor sapi perah dan telah menunjukkan hasilnya yang ditunjukkan dengan buntingnya 5 ekor sapi.

Kegiatan lain yang dilakukan DKPP adalah peningkatan produksi ternak melalui Inseminasi Buatan (IB) pada sapi Belgian Blue. Sapi jenis ini mulai dikembangkan karena seperti diketahui bahwa produksi karkas sapi Belgian blue bisa mencapai 70 persen, sedangkan sapi lokal hanya 55 persen.

Dalam pelaksanaannya, DKPP tidak lepas tangan. Melalui bidang peternakan dan keswan Kota Bogor bersama penyuluh pertanian, DKPP terus mendampingi peternak dalam memonitor kesehatan ternaknya.

“Harapan kami peningkatan produksi ternak juga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan peternak. Tentunya hal ini sejalan dengan visi misi Kota Bogor yaitu mewujudkan Kota Bogor yang sehat dan sejahtera,” katanya.

--

Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK:  LANGGANAN TABLOID SINAR TANIAtau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klikmyedisi.com/sinartani/

Reporter : Wina/Echa
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018