Friday, 07 May 2021


Cara Kreatif SMK H Moenadi Kembangkan Kambing dan Maggot

04 May 2021, 10:40 WIBEditor : Gesha

Siswa SMK H. Moenadi mengembangkan kambing dan maggot | Sumber Foto:SMK H. Moenadi

TABLOIDSINARTANI.COM, Semarang --- Guna menghadirkan banyak petani milenial, dukungan kerap diberikan Kementerian Pertanian. Salah satunya dukungan untuk SMK H. Moenadi Semarang, Jawa Tengah, yang merupakan salah satu binaan Kementan yang tengah mengembangkan kambing dan maggot.

SMK H Moenadi sendiri memiliki tiga program studi kejuruan, yaitu Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH), Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP), dan Multimedia berusaha mengintegrasikan ketiga jurusan ini. Mulai dari proses produksi di jurusan ATPH, pengolahan di APHP, dan pemasaran yang akan dikembangkan di jurusan Multimedia.

SMK H Moenadi saat ini telah memiliki ternak kambing yang dimanfaatkan untuk kambing penggemukan dan kambing peranakan. Kambing penggemukan rencananya akan dijual saat Idul Adha. Sementara, pemanfaatan utama dari kambing ini berupa feses dan urin sebagai pupuk organik. 

Guru SMK H Moenadi, Darmawan yang menangani Tefa menyampaikan, selain ternak kambing, maggot juga memiliki potensi yang luar biasa. “Harapannya, karena sudah dibekali di sekolah, nantinya lulusan SMK H Moenadi akan mantap menjadi agropreneur dan menjadi jobcreator, bisa juga mengambil peran sebagai Duta Petani Milenial,” ujar Idha Widi Arsanti.

Di waktu senggangnya, Darmawan juga menjadi mitra petani se-Jawa Tengah dan DIY. Menurutnya maggot sebagai pengurai sampah rumah tangga dan sampah pasar sangat mudah dibudidayakan. Pengusaha maggot yang didampingi Darmawan jumlahnya sudah lebih dari 100 orang, dan hampir 99?rhasil. 

“Sekarang ini usaha yang paling potensi adalah budidaya maggot. Karena dengan budidaya maggot akan menghasilkan telur maggot dan kasgot. Pemasaran telur maggot dapat melalui online dengan harga per gram sekitar 10 ribu. Dengan kandang minimalis, untuk menghasilkan 50 gram telur sangat mudah,” ujar Darmawan.  Menurutnya, pengembangan budidaya maggot sangat berpotensi untuk dikembangkan, baik di SMK H Moenadi, ataupun dilakukan mandiri oleh siswa dan alumni.

Sementara Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Idha Widi Arsanti, dalam kunjungannya mengapresiasi kemajuan kinerja SMK H Moenadi Ungaran. Menurutnya sekolah ini adalah vokasi yang dititikberatkan pada praktek dengan memanfaatkan Teaching Factory (Tefa). Idha pun menyatakan dukungannya apabila siswa dan alumni SMK H Moenadi terjun ke dunia usaha. 

Apa yang dilakukan siswa siswi SMK H. Moenadi ini diharapkan oleh Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo. Dalam setiap kesempatan, Mentan SYL menekankan sektor pertanian merupakan bidang yang memiliki celah untuk pengembangan produktif dan harus didukung oleh generasi muda.

"(Pada) Era kalian serba tersedia, era yang serba-uncertain tetapi dengan tingkat kapasitas kritis dan kreatif didukung behavior yang kuat dan keringat, (maka) kaum muda bisa menjadi sukses,” kata Mentan SYL.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, menyatakan dukungannya apabila semakin banyak lulusan generasi muda yang berminat usaha di bidang pertanian. 

"Pertanian sangat terbuka untuk semua usia. Semakin muda semakin kuat, semakin energik, semakin kritis, makin apik kerjanya. Pertanian dengan semangat baru harus diluncurkan. Seperti membangun perilaku baru dan behaviour anak muda untuk mendapatkan pendapatan yang jauh lebih baik dari bidang pertanian,” ungkap Dedi Nursyamsi.

Reporter : Lely
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018