Friday, 18 June 2021


Lebaran Idul Fitri: Terpaksa Makan Daging Ayam Afkiran, Amankah?

12 May 2021, 11:08 WIBEditor : Ahmad Soim

Ayam afkir. Amankan dikomsumsi? | Sumber Foto:Ahmad Soim

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta – Di banyak pasar tradisional, ayam afkir lebih banyak dijual oleh para pedagang ayam. Jumlah yang dijual meningkat pada saat menjelang lebaran dibanding hari hari biasa. Amankah mengkonsumsi daging ayam afkir?

Ayam afkir adalah ayam petelur yang sudah tidak produktif. Untuk menekan kerugian karena ayam tidak lagi produktif menghasilkan telur, maka peternak menjualnya sebagai ayam komsumsi.  

Dalam pemeliharaannya, ayam-ayam petelur tersebut secara berkala diberi suntikan antibiotik untuk menambah kekebalan tubuh dari serangan berbagai macam penyakit.

BACA JUGA:

Hasil penelitian yang dilakukan Annytha I. R. Detha dan Diana A. Wuri, Mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Nusa Cendana, Kupang, menemukan adanya persentase residu tetrasiklin   ayam petelur afkir yang dijual di Kota Kupang  sebesar 20 persen. 

Ditemukannya keberadaan residu tetrasiklin tersebut dapat terjadi karena peternak belum paham mengenai masa henti (withdrawal time) tetrasiklin, artinya ternak dijual sebelum masa henti tetrasiklin habis di dalam tubuh ternak dan belum disekresikan secara sempurna.  Penyebab lainnya adalah kurangnya penyuluhan mengenai penggunaan antibiotik yang baik dan benar untuk peternakan.

Residu antibiotika dalam pangan dapat mengancam kesehatan yang mengkonsumsinya. Ancaman tersebut antara lain resistensi bakteri, alergi terhadap pangandan juga keracunan.  

 Bagi konsumen yang terpaksa berlebaran dengan daging ayam afkir, cara untuk menetralisir kandungan antibiotik dalam daging ayam tersebut adalah dengan  mendiamkan dulu ayam-ayam tersebut selama minimal 28 hari. Namun jika hanya sesekali makan daging ayam dari ayam afkir tidak akan banyak berpengaruh terhadap kesehatan yang mengonsumsinya.  

=== 

Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK:  LANGGANAN TABLOID SINAR TANIAtau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klikmyedisi.com/sinartani/ 

Reporter : Som
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018