Thursday, 17 June 2021


Hari Susu Nusantara, Momentum Genjot Produksi Susu Segar

04 Jun 2021, 21:07 WIBEditor : Yulianto

Populasi sapi perah perlu ditambah untuk mendorong produksi susu | Sumber Foto:dok. sinta

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Tanggal 1 Juni, bangsa Indonesia memperingati Hari Lahirnya Pancasila. Tapi ternyata pada tanggal yang sama, bangsa Indonesia memperingati Hari Susu Nusantara.

Direktur Jenderal PKH, Nasrullah mengatakan, momentum Hari Susu Nusantara ini untuk peningkatan produksi susu nasional. Sebab, industri susu masih kurang ideal dari beberapa sisi. Mayoritas (90 persen) peternakan rakyat dengan skala kepemilikan sapi masih berjumlah 2-3 ekor. Padahal tingkat kepemilikan ideal skala usaha yaitu 7-10 ekor sapi/peternak.

“Kebanyakan peternak sapi perah masih usaha sampingan dan belum berorientasi bisnis. Karena itu, Hari Susu Nusantara ini menjadi momentum untuk terus berkomitmen dalam peningkatan industri susu,” katanya.

Produksi Susu Segar Dalam Negeri (SSDN) juga dinilai masih rendah, yaitu 8-13 lite per ekor/hari. Namun, angka ini terus meningkat, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) terjadi peningkatan sebesar 4,19 persen produksi SSDN pada tahun 2020 dari tahun sebelumnya menjadi 997 ribu ton. Populasi sapi perah juga mengalami peningkatan sebesar 4,12 persen pada tahun 2020 menjadi sebanyak 584.582 ekor.

“Ini patut disyukuri, mengingat kita masih berada di masa pandemi," ujarnya seraya menambahkan, kualitas SSDN peternak juga semakin membaik dan telah memenuhi standar SNI Susu Segar (TPC < 1> rata-rata SSDN tahun 2011 Rp 3.100/ltr, sedangkan tahun 2020 Rp. 4.600-6.000/ltr tergantung kualitas (rata-rata Rp 5.300/ltr).

Melihat data yang dihimpun dari Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI), dalam rentang 10 tahun, rata-rata harga SSDN meningkat Rp 2.200/ltr atau Rp 220/ltr per tahun. Peningkatan ini mampu menopang industri makanan dan minuman di masa pandemi covid-19.

Menurut data BPS, konsumsi produk-produk susu berikut turunannya (dairy product), makanan olahan, makanan kaleng dan minyak goreng masih cukup baik di masa pandemi. Dalam tiga tahun terakhir, segmen susu siap minum tumbuh sekitar 10 persen dan pada masa pandemi ini angkanya tumbuh terus hingga 5 persen.

Meski industri persusuan masih dalam batas stabil di masa pandemi covid-19, namun pandemi membuat adanya peningkatan dari sisi impor susu. Pada tahun 2020 impor susu per kapita meningkat 0,25 persen menjadi 16,27 kg/kap/tahun.

Angka ini masih berada di bawah negara ASEAN lainnya seperti Malaysia 36,2, Myanmar 26,7 kg dan Thailand 22,2 kg/kapita/tahun. Jumlah importasi produk susu tahun 2020 adalah sebesar 3 ribu ton lebih dan ekspor susu sebesar 4 ribu ton lebih.

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018