Thursday, 17 June 2021


Empat Provinsi, Satu Kabupaten Terbitkan Perda Integrasi Sawit-Sapi

05 Jun 2021, 10:35 WIBEditor : Yulianto

Integrasi sapi sawit di Jambi | Sumber Foto:Julian

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Program integrasi sawit-sapi menjadi satu dari lima program yang digiatkan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian untuk  meningkatkan populasi ternak sapi dan kerbau di dalam negeri. Saat ini ada lima Pemerintah Daerah yang sudah mengeluarkan Peraturan Daerah, baik dalam bentuk Peraturan maupun Instruksi Gubernur.

“Yang menggembirakan, belakangan kian banyak pemerintah daerah yang secara nyata mendukung  berkembangnya kegiatan integrasi sawit-sapi dengan menerbitkan instruksi gubernur, peraturan gubernur atau peraturan daerah khusus untuk kegiatan integrasi sawit-sapi,” kata Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, kementerian Pertanian, Nasrullah kepada Tabloid Sinar Tani di Jakarta, Jumat (4/6).

Pemda dimaksud yakni pemerintah provinsi Bangka Belitung (Pergub no 48/2019 ), Kalimantan Timur (Instruksi gubernur dan Pergub No.1/2018),  Kalimantan Tengah  (Pergub No 48/2018)  Kalimantan Selatan (Perda No.2/ 2013) serta  Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat  (Perda No. 31/2015).

Nasrullah berharap, program integrasi sawit-sapi perlu didukung keberlanjutannya. Sebab, bisa dijadikan solusi untuk menekan biaya pakan yang dari waktu ke ke waktu terus naik.

“Berdasarkan riset, selama ini biaya pakan sapi dan kerbau masing- Masing berkontribusi hingga 57,67 persen dan 47,56 persen dari total biaya produksi ternak,” katanya.

Input pakan murah yang  bisa diperoleh dari kebun sawit meliputi solid (lumpur sawit), pelepah dan daun kelapa sawit. Bisa didapat pula bungkil inti sawit (BIS), palm kernel meal  (PKM) , palm kernel explerer (PKE) serta palm kernel cake (PKC).

Sejauh ini Ditjen PKH aktif memantau model kegiatan integrasi sawit-sapi rakyat serta juga model integrasi sawit- sapi negara/swasta. Intervensi atau dukungan yang diberikan Ditjen PKH dalam aktivitas integrasi sawit-sapi tersebut yakni memberikan pembinaan atau fasilitasi dalam aktivitas pembiakan dan penggemukan ternak nak, Unit Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) ,  sarana RPH dan cold storage serta di kegiatan distribusi ( penyediaan kapal ternak) .

"Peran UPT  serta  aparat dinas yang membidangi peternakan dan kesehatan hewan di daerah tentunya sangat besar dalam mendukung berjalannya kegiatan integrasi sawit-sapi ini," tandas Nasrullah. 

Selain integrasi sawit-sapi, ada empat program lainnya untuk meningkatkan populasi sapi. Pertama, Program Sikomandan (Sapi Kerbau Komoditas Andalan). Kedua, akselerasi penambahan populasi untuk peningkatan produksi sapi melalui impor indukan.

Ketiga, peningkatan status kesehatan hewan (penyakit hewan. Keempat, reproduksi, kelahiran)  serta penegakan aturan pelarangan pemotongan betina produktif. “Dengan dapat ditingkatkannya populasi sapi dan kerbau  diharapkan pada akhirnya impor daging sapi dan ketbau dapat ditekan,” katanya.

Reporter : Ika R
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018