Friday, 18 June 2021


Komisi IV DPR Dukung Kementan Capai Kemandirian Bibit Sapi

09 Jun 2021, 21:01 WIBEditor : Gesha

Ketua Komisi IV DPR RI, Sudin berkunjung ke Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang | Sumber Foto:BIB LEMBANG

TABLOIDSINARTANI.COM, Lembang --- Pimpinan Komisi IV DPR RI, Sudin meminta pemerintah fokus melakukan upaya-upaya untuk bisa mendorong dicapainya kemandirian dalam penyediaan bibit sapi, disamping peningkatan produksi ternak dan produksi daging nasional. Dengan cara demikian diharapkan ketergantungan terhadap ternak dan daging sapi impor dapat terus ditekan .

Saat melakukan kunjungan kerja ke Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang, Sabtu (5/06), Ketua Komisi IV DPR RI, Sudin, mengemukakan bahwa kebutuhan masyarakat akan produk asal ternak termasuk komoditas daging sapi dari waktu ke waktu terus meningkat. Kondisi tersebut menuntut adanya peningkatan populasi dan produksi ternak dan tentunya akan diikuti dengan kenaikan permintaan akan bibit sapi.

Mengingat penyediaan bibit ternak merupakan aspek penting untuk meningkatkan kinerja peternakan maka ia menilai Kementerian Pertanian perlu melakukan langkah terobosan antara lain dengan mengupayakan adanya kerja sama Unit-unit Pelaksana Teknis (UPT) lingkup Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) dengan institusi Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) dalam kegiatan penyediaan bibit ternak.

Hal lain yang dinilainya perlu dilakukan pemerintah adalah memperbanyak kegiatan pelatihan seperti bimbingan teknis agar kompetensi peternak lokal kian meningkat dan kinerja sub sektor PKH juga menjadi lebih baik.

Dirjen PKH Kementan, Nasrullah, yang mendampingi rombongan Komisi IV DPR saat melaksanakan kunjungan ke BIB Lembang, menjelaskan bahwa UPT Perbibitan merupakan salah satu sarana untuk dapat mencapai kemandirian penyediaan bibit nasional.

Saat ini ada 10 UPT Perbibitan dibawah Ditjen PKH dan itu baru mewakili wilayah Pulau Jawa, Sumatera, Bali dan Pulau Kalimantan. “Kami berharap UPT Perbibitan Nasional bisa ditambah dan dibangun di setiap pulau di Indonesia termasuk di Pulau Sulawesi dan Papua yang potensial untuk pengembangan ternak sapi termasuk sapi bibit ,” tutur Nasrullah.

Pembangunan UPT Perbibitan di pulau-pulau kawasan Indonesia Timur dinilai Dirjen PKH perlu dilakukan mengingat wilayah tersebut memiliki potensi lahan dan pakan yang besar yang dapat mendukung perkembangbiakan ternak sapi.

UPT-UPT perbibitan selama ini besar perannya dalam mendukung Program SIKOMANDAN (Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri) yang dilaksanakan Ditjen PKH guna mendorong peningkatan populasi serta produktivitas ternak sapi dan kerbau.

BIB Lembang diantaranya telah secara nyata berkontribusi dalam mendukung kegiatan optimalisasi reproduksi ternak melalui inseminasi buatan secara masal yang merupakan bagian dari kegiatan Program SIKOMANDAN.

UPT yang berkedudukan di daerah Lembang Jawa Barat ini sejak berdiri di tahun 1976 hingga bulan Mei 2021 tercatat telah memproduksi sekitar 50 juta dosis semen beku dan mendistribusikan 48,1 juta dosis ke seluruh provinsi di Indonesia. Pada tahun 2021 BIB Lembang menargetkan produksi semen sapi sebanyak 2,3 juta dosis.

Ditambah produksi semen beku sapi Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari yang ditargetkan mencapai 3,1 juta dosis diharapkan kebutuhan semen beku sapi untuk kegiatan Sikomandan 2021 dengan target akseptor sebanyak 4 juta ekor bisa terpenuhi.

“Jadi melalui keberadaan balai-balai inseminasi buatan ini, Indonesia mampu memenuhi kebutuhan semen beku sapi secara mandiri,” tandasnya. 

 

 

Reporter : Ika Rahayu
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018