Sunday, 19 July 2026


Target Produksi Semen Beku Tahun ini 5,4 Juta Dosis

14 Jun 2021, 16:06 WIBEditor : Yulianto

Pemerintah targetkan produksi semen beku sebanyak 5,4 juta dosis

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Untuk mendukung program SIKOMANDAN, pemerintah melalui Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) menargetkan produksi semen sapi/kerbau nasional tahun 2021 sebanyak 5.425.000 dosis.

Jumlah iu dari dua UPT yakni BIB Lembang dan BBIB Singosari. BIB Lembang menargetkan produksi semen sapi sebesar 2.325.000 dosis dan BBIB Singosari sebesar 3.100.000 dosis. Dengan produksi ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan semen beku program Sikomandan 2021 dengan target akseptor sebanyak 4 juta ekor.

Melalui keberadaan Balai Inseminasi Buatan ini, Indonesia mampu memenuhi kebutuhan semen beku sapi secara mandiri," kata Dirjen Peternakan, Nasrullah di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Sedangkan selama periode tahun 2017-2020 produksi semen beku sebesar 22.883.962 dosis. Terhitung sejak berdiri di tahun 1976 sampai Mei 2021, BIB Lembang telah memproduksi 50.129.943 dosis semen beku.

UPT tersebut telah mendistribusikan 48.112.263 dosis semen beku ke seluruh provinsi di Indonesia, termasuk di dalamnya ekspor ke Malaysia pada tahun 2016 sebanyak 1.600 dosis dan ekspor ke Madagaskar pada tahun 2018 sebanyak 2.000 dosis.

Dalam perkembangannya, BIB nasional (BIB Lembang dan BBIB Singosari) telah ditetapkan sebagai instansi pemerintah yang menetapkan pola pengelolaan keuangan badan layanan umum (BLU). Hal ini membuat kedua BIB tersebut akan berevolusi dalam pelayanannya di sektor peternakan.

Salah satunya adalah meningkatkan produksi semen beku bersertifikat sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang 41 tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

“Pengembangannya sebagai produsen Semen Beku Nasional, diharapkan dapat memenuhi pasar internasional melalui ekspor semen beku dan sekaligus sebagai pembina teknis bagi BIB daerah untuk menghasilkan semen beku," kata Nasrullah.

Produksi Daging

Nasrullah juga menyampaikan arahan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, terkait pembangunan kinerja Peternakan dan Kesehatan Hewan pada periode 2020 sampai 2024 yakni peningkatan produksi daging dan peningkatan ekspor.

Ia menjelaskan, peningkatan produksi daging ditargetkan akan dipenuhi dari beberapa komoditas, seperti sapi potong, kerbau, kambing, domba, itik, ayam dan babi. Targetnya pada tahun 2022 mencapai 4,59 juta ton.

Sedangkan peningkatan ekspor akan diarahkan untuk hewan hidup, produk pangan segar dan olahan, sarang burung walet (SBW), produk non pangan, obat hewan, benih dan bibit dengan target pada tahun 2022 bisa sebanyak 376 ribu ton

Dikatakan, pihaknya akan mempertimbangkan defisit kebutuhan produksi daging sapi yang masih dipenuhi dari impor. Karena itu, Selama periode tahun 2020-2024, prioritas komoditas yang akan diintervensi secara khusus adalah komoditas sapi potong dan kerbau.

Untuk itu, dalam rangka mendorong peningkatan populasi dan produktifitas sapi dan kerbau, pemerintah telah menetapkan Program Sikomandan (Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri) melalui Permentan No 17 Tahun 2020, yang salah satu kegiatan prioritasnya adalah Optimalisasi Reproduksi.

Optimalisasi reproduksi  melalui inseminasi buatan secara massal telah dilaksanakan sejak tahun 2017 di 34 provinsi dan telah berkontribusi positif terhadap peningkatan populasi dan produksi daging nasional. Dari rata-rata intervensi 3,4 juta akseptor per tahun 2017-2021 telah dihasilkan  kelahiran sebanyak 8,03 juta ekor, setara dengan Rp 48,24 triliyun atau rata-rata kelahiran 1,6 juta ekor per tahun setara dengan Rp 9,64 triliun per tahun.

Jika dilihat dari tren produksi selama periode yang sama juga mengalami peningkatan. Terlihat dari baseline produksi tahun 2017 sebesar 394 ribu ton, pada tahun 2018 naik sebesar 1,48 persen, pada tahun 2019 naik sebesar 1,2 persen dan pada tahun 2020 naik sebesar 2,06 persen atau produksi daging mencapai sebesar 412,9 ribu ton.

Reporter : Julian
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018