Saturday, 23 October 2021


Prokes Ketat, Kurban Manokwari Dikawal Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan

22 Jul 2021, 06:37 WIBEditor : Gesha

Pemotongan kurban | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Manokwari --- Tak hanya di Pulau Jawa, pelaksanaan kurban di Manokwari juga dilakukan dengan protokol kesehatan ketat (prokes) mencegah COVID-19. 

Perayaan Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah yang jatuh pada Selasa (20/7) berbeda dengan perayaan ditahun-tahun sebelumnya. Masyarakat dituntut untuk mematuhi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Pelaksanaan pemotongan hewan kurban pun boleh dilaksanakan dengan jumlah panitia yang terbatas sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

Tak hanya kesehatan pada masyarakat, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Manokwari juga menugaskan insan pertanian untuk turut mengawasi kesehatan hewan kurban.

Mulai dari pemeriksaan sebelum dilakukan pemotongan serta pemeriksaan setelah dilakukan pemotongan. Kepala Dinas Petanian dan Ketahanan Pangan Kab. Manokwari, Kukuh Saptoyudo S. P., menugaskan seluruh timnya untuk terjun langsung ke lapangan.

Keterlibatan Penyuluh Petanian Lapangan (PPL), Dokter Hewan, Dosen, dan Mahasiswa merupakan tanggung jawab Dinas kepada masyarakat untuk sama-sama menjaga kesehatan masyarakat dan kesehatan hewan kurban yang nantinya di konsumsi. “Tim kami terdiri dari 49 orang, 49 orang THL, 4 orang PPL, sisanya dosen dan mahasiswa yang total seluruhan hingga 118 petugas,” rinci Kukuh. 

Pemeriksaan Hewan Kurban

Para petugas dibekali dengan ambulator Pemerikasaan Hewan Kurban yang mencakup pemeriksaan ante mortem dan post mortem. Sebanyak 44 titik pemotongan tersebar di Kabupaten Manokwari dengan jadwal pemotongan yang berbeda-beda. Hasil pemeriksaan di hari pertama secara umum ternak dalam keadaan sehat hanya sedikit ternak yang mengidap cacingan.

drh. Wahyu Andry Lesmana, saat ditemui di lokasi penyembelihan menyebutkan (20/7), “Rata-rata sapi yang cacingan berasal dari peternak yang mengembalakan sapinya di kebun-kebun sawit.” Dengan tegas petugas menyampaikan pada panitia untuk tidak mengkonsumsi organ dalam seperti hati yang sudah ditemui cacing di dalamnya.

Hal yang sama pun ditemukan oleh Dosen Universitas Papua, Alnita Baaka yang memperoleh cacing hati di 5 ekor sapi, cacing di lambung di 13 ekor sapi, cacing di usus di 2 ekor sapi, dan cacing di mata di 1 ekor sapi. Hingga Selasa Malam (21/7) data sementara penyembelian kurban di Kabupaten Manokawari sebanyak 378 ekor yang tersebar di 25 titik pemotongan.

Meski pandemi covid-19 terus melambung angka penyebarannya, namun tidak berpengaruh pada jumlah pemotongan hewan kurban di Kabupaten Manokwari. Protokol kesehatan pun tetep diterapkan dengan menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, membatasi jumlah panitia pelaksana, dan menggunakan alat pelindung diri. 

Reporter : Nsd
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018