Thursday, 23 September 2021


Pelajari Praktek Usaha, Mahasiswa Field Trip ke Peternakan Unggas

10 Aug 2021, 14:49 WIBEditor : Gesha

Muhammad Ammar (tengah) bersama mahasiswa dan masyarakat di kandang ayam miliknya. | Sumber Foto:ABDA

TABLOIDSINARTANI.COM, Aceh Besar --- Lokasi peternakan unggas milik  Muhammad Ammar alumni Peternakan Universitas Syiah Kuala (USK) di Gampong Lambaro, Aceh Besar, disambangi sejumlah mahasiswa Fakultas Pertanian, Universitas Abulyatama (Unaya).

"Kegiatan ini untuk memperkenalkan kepada mahasiswa tentang wirausaha subsektor peternakan dan teknologi yang diterapkan. Melalui kegiatan tersebut diharapkan dapat menambah pengetahuan dalam meningkatkan kreatifitas dan mampu berinovasi untuk menjadi enterpreuneur," ungkap Ketua Prodi Peternakan, FP Unaya, Dedhi Yustendi, SPt, MSi.

Diakuinya, peternak ayam yang berusia muda di Aceh seperti Muhammad Ammar ini masih terbatas, terutama yang menggunakan mesin penetas telur otomatis. Padahal, melalui mesin penetas dapat memproduksi DOC dalam jumlah besar. 

Untuk itu pihaknya, menghimbau mahasiswa dan milenal dapat memanfaatkan perkarangan rumah, karena tidak memerlukan lahan yang luas. Apalagi di masa pandemi  Covid-19 saat ini dengan penerapan PPKM yang membatasi kegiatan dimasyarakat. Ini merupakan peluang,  selain menghasilkan keuntungan juga menciptakan kreativitas ditengah masyarakat. "Dengan adanya kegiatan ini, perkembangan usaha peternakan terus berkembang melalui ide-ide kreatif lainya," timpal Dedhi.

Sementara Muhammad Ammar didampingi Irdan yang juga tim teknis menjelaskan, persilangan/perkawinan ayam jantan lokal dengan ayam betina ras petelur ini dilakukan untuk menghasilkan DOC/anakan ayam. Persilangan ini dilakukan antara ayam-ayam jantan lokal yang berukuran besar seperti Bangkok dengan ayam betina ras petelur. 

Adapun tujuan persilangan ini untuk menghasilkan ayam ras petelur, yang setiap harinya menghasilkan bibit. Lalu ayam ini dapat berteleur hingga 1 tahun 6 bulan atau lebih dengan perawatan yang baik. "Berbeda dengan ayam kampung betina biasanya hanya bertelur hingga 8 butir saja, kemudian mengeram dan tunggu beberapa hari hingga bertelur lagi, dalam jumlah besar akan membutuhkan waktu lama," jelas Ammar.

Nantinya telur-telur ini akan disimpan dulu sampai 4 atau 5 hari lalu telur-telur tersebut dimasukkan ke dalam mesin tetas Digital XM-18s hingga 21 hari menetas.  Dalam mesin penetasan ini pun semua keadaan di amati baik kelembaban, cahaya, waktu pembalikan dan suhu, jika suhunya melebihi anjurannya maka dibantu dengan penyemprotan air dipintunya atau ke telurnya langsung. 

Muhammad Ammar SPt., MSi pihaknya memulai usaha ini, mulai tahun lalu dengan 20 ekor betina. Saat ini di kandang tersedia 108 ekor calon induk ayam. Menurut Ammar, usaha ini sangat menguntungkan bagi para pengusaha dalam menghasilkan ayam pedaging dari DOC.

Setiap bulan, dirinya bisa menghabiskan 400 kg pakan petelur 324, dengan harga Rp 368.000/50 kg. Untuk biaya pakan nya diperoleh dari hasil penjualan DOC anakan ayam. DOC yang dihasilkan disini dijual dengan harga 8.000/ekor.

Adapun kelebihan dari ayam ras petelur dengan ayam kampung biasanya adalah, ayam kampung biasa bobot panen 1 kg dengan pemeliharaan 3 atau 4 bulan sedangkan ayam ras petelur ini 2 bulan pemeliharaan dapat meningkatkan bobot panen sekitar 1 kg atau selisih panen nya sekitar 2 bulan dengan ayam kampung biasa. 

Ayam ini termasuk ayam yang perlu perawatan intensif, jika lingkungannya sedang tidak bersahabat seperti angin, badai dan lainnya   maka ini akan berpengaruh terhadap hasil panen. Biasanya produksi telur menyusut dari setiap harinya 80 akan turun menjadi 40 butir per hari. "Ayam ras petelur ini dapat menghasilkan telur 270 - 330 butir/tahunnya. Sedangkan ayam kampung hanya menghasilkan sebanyak 80 butir/tahunnya," bebernya.

Reporter : AbdA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018