Thursday, 23 September 2021


Cerita Integrated Farming Ala Anwar, Bisa Hasilkan Pakan Ternak Berkualitas

03 Sep 2021, 13:24 WIBEditor : Gesha

Pengolahan pakan ternak | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Bireuen --  Ditengah meningkatnya usaha peternakan, kebutuhan pakan ternak sudah pasti akan semakin meningkat. Tak perlu rumit sebenarnya, dengan integrated farming dirinya bisa mendapatkan bahan baku pakan yang berkualitas. 

"Usaha pakan ternak di Aceh, memiliki peluang besar dan luar biasa. Apalagi jika dilakukan dan didukung Badan Usaha Milik Gampong/Desa (BUMG), pakan ternak bisa saja kita kirim keluar daerah, " ungkap praktisi pakan ternak di Bireuen, Anwar Yusuf kepada tabloidsinartani.com saat diwawancara.

Menurutnya, bila setiap gampong memanfaatkan lahan 1.000 meter persegi, maka akan menghasilkan gaji Rp 5 juta per bulan. Asal saja diselingi dengan memelihara 10 ekor kambing dan tanaman unggul yang kaya protein seperti Indigofera dan murbei.

Dari ternak kambing saja sambungnya, dalam sehari dapat menghasilkan susu 5 liter dan hasilnya kalau dijual mencapai Rp 250.000/hari. Maka bisa mendapatkan gaji bersih Rp 5 juta/ bulannya.

"Tanam Indigofera, umur 6 bulan sudah bisa dipanen. Bahkan bisa bertahun tahun. Intinya Integrasi ternak dengan tanaman sangat menguntungkan. Indigofera ini ketika diolah menjadi tepung dan bisa difomulasikan untuk pakan ikan juga, " serunya. 

Anwar menuturkan, tepung pakan yang terbuat dari Indegofera bisa bertahan selama 5 tahun. "Sedangkan jika bahan bakunya dari kelapa dan dedak hanya bertahan 3 bulan," jelas Anwar.

Sosok Anwar ayah dua anak ini menginspirasi dan memotivasi para milenial dalam hal teknologi pengolahan pakan ternak. Pasalnya usaha yang dibangun sejak 2014, kini dijadikan tempat edukasi yang sering dikunjungi baik masyarakat umum dan menjadi ajang magang/praktek bagi mahasiswa. 

Tak hanya itu saja, lokasi usahanya yang terletak di Gampong Paya Meneng, jalan Medan - Banda Aceh. KM 222, Bireuen, juga pernah dikunjungi Plt, Kepala Bappeda Kabupaten Bireuen beberapa waktu lalu. Termasuk dari Dinas, Bank Indonesia juga Dirjen Kementan.

"Bahkan pada tahun 2015 saya dapat bantuan lunak untuk pengembangan usaha Rp 125 juta dari Kementan, sedangkan 4 unit mesin pakan ternak hibah dari BI," bebernya.

Menurutnya, mesin miliknya bekerja secara otomatis, bahan baku langsung diolah menjadi pakan dalam bentuk granule. Kalau untuk pelet butuh mesin lain lagi. Pihaknya juga menerima order tepung pakan ternak dengan harga Rp 3.500 per kilogram.

Anwar menjelaskannya, kapasitas mesin bisa menghasilkan 2 ton per hari. Kalau mitranya di Banda Aceh, mesinnya malah mampu menghasilkan pakan 5 ton per jam.

Dari hasil pengamatan nya di beberapa lokasi di Aceh, dirinya melihat potensi pakan ternak mempunyai peluang pasar yang sangat baik. Karena banyak sumberdaya lokal dapat dimanfaatkan. Namun, kenapa orang luar yang mengambil peluang? Padahal hampir semua daerah di Aceh bisa membuat pabrik pakan.

Pasalnya limbah di setiap daerah berlimpah seperti kulit kopi, kakao, cocopeat/ kelapa, durian, serasah tanaman kedelai, jagung, kelor dan ubi kayu serta pisang, semua itu bisa dijadikan sebagai pakan ternak.

Suami Hasmiati mengatakan, selama ini mahasiswa Al Muslem dan Uniki Bireuen sering magang. Namun, bagi mahasiswa lain yang ingin praktek magang pakan ternak dapat menghubunginya melalui WA. 08126348270.

"InshaAllah saya siap menerima mahasiswa yang datang untuk magang. Seminggu belajar langsung bisa menciptakan lapangan kerja sendiri," ujarnya bersemangat.

Dia menyebutkan jika untuk mahasiswa ataupun sarjana yang baru selesai kuliah dapat juga membuat tepung pakan. Modalnya kata dia hanya mesin mini sekitar Rp 25 - 35 juta. Istilahnya belajar dulu baru bekerja.

Anwar juga menyediakan bibit pakan ternak. "Seperti daun kelor, indegofera, gamal, murbei dan kembang telang, bahkan ada juga bibit sacha inchi dari Peru Amerika Selatan harga bijinya Rp 700.000 per kilogram," ujarnya promosi. 

Pihaknya juga telah pernah diundang acara maulid dan peresmian Pesantren Assalam dihadiri Wabup Aceh Besar dalam rangka memperkenalkan produk pakan ternak untuk pemberdayaan pesantren.

Reporter : AbdA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018