Thursday, 23 September 2021


Saat Chick In, Persiapkan Kebutuhan ini untuk DOC Anda

03 Sep 2021, 17:13 WIBEditor : Gesha

Sebarkan DOC di kandang | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Papua Barat --- Agar ternak unggas nyaman dan bisa berkembang di kandang, manajemen kandang yang baik wajib diketahui peternak. Begitu juga saat Chick In (DOC mulai masuk kandang), persiapan kebutuhan dan suasana yang nyaman juga dibutuhkan. 

Dalam beternak unggas, penerapan manajemen ternak yang baik wajib dijalani. Seperti saran seorang pelaku lapangan bidang perunggasan, Layung saat Laboratorium Peternakan Terpadu Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Manokwari yang kembali melakukan chick in, pada Selasa sore (1/9).

“Sebelum DOC ditebar, pastikan temperatur ruangan atau kandang sesuai berkisar tiga puluh dua hingga tiga puluh empat derajat celcius, pakan, dan air minum sudah tersedia, hal tersebut untuk menstimulus anak ayam langsung makan dan minum," rinci Layung.

Layung menegaskan, pemberian pakan harus dipastikan bisa mencukupi kebutuhan DOC (anak ayam) dengan cara penambahan terukur sesuai dengan kemampuan makan anak ayam.

Tak hanya itu, sebaran anak ayam pun dipastikan merata, tidak mengumpul ditengah ataupun disudut-sudut ruangan indukan. Kemudian, pengukuran suhu dimasa brooding mutlak diperhatikan, namun jika tidak ada temperatur ruangan, memperhatikan respon sebaran menjadi penting.

Perhatikan Tingkah Laku

Semua makhluk yang bernyawa itu punya perasaan. Kalau kita berusaha pada frekwensi yang sama, itu akan mengetahui tingkah laku ternak. “Mau di ayam, mau di puyuh, kita harus berusaha mengerti titik nyaman yang diingikan, Kita harus ikutin. Nanti endingnya pasti bagus,” sebut Layung kepada tabloidsinartani.com.

Diakui Layung, cuaca ekstrim yang kerap dirasakan disejumlah daerah di Papua Barat, khususnya di Manokwari sering menyebabkan tingginya angka kematian pada unggas pada umur minggu pertama sampai minggu kedua. Namun jika peternak ataupun para petani milenial memahami tingkahlaku ternak dan menjalankan prinsip-prinsip pemeliharaan yang baik dan benar, dapat dipastikan tumbuh kembang ternak menjadi optimal. 

Hal penting lain adalah penggunaan kertas bekas sebagai alas kandang daripada menggunakan sekam. Terkadang peternak abai dengan alas kandang, padahal jika anak ayam memakan sekam dapat menyebabkan kematian di umur minggu pertama.  

Kertas merupakan media penghantar panas yang baik untuk merangsang sensorik ditelapak kaki anak ayam. Jika temperatur alas kandang sesuai yang diinginkan, maka anak ayam langsung merespon dengan melakukan aktifitas makan dan minum, sehingga anak ayam akan berkembang secara optimal.

Anak ayam pada minggu pertama sangat responsif terhadap temperatur lingkungan, hal tersebut dikarenakan belum tumbuhnya bulu sebagai system thermoregulator.

Agar tumbuh kembang anak ayam makin optimal di lima hari pertama pemeliharaan, setiap pagi atau sore perlu dilakukan penggantian kertas. Tujuannya agar memutus perkembangan bakteri yang dibawa dari indukan.

Ilmu yang Layung bagikan bukan sekadar teori belaka. Dirinya sudah malang melintang di dunia perunggasan bertahun-tahun silam. Mulai merintis dari seorang anak kandang hingga kini menjadi seorang profesional. Ingin ternaknya tumbuh dengan optimal seperti ternak yang Layung rawat dengan sepenuh hati? Selamat mencoba. 

Reporter : Nsd
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018