Thursday, 23 September 2021


Sahrul Nazar Ternak Entok di Belakang Toko Bangunan

14 Sep 2021, 21:11 WIBEditor : Gesha

Ternak Entok di belakang toko bangunan | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Banda Aceh --- Beternak ternyata tak perlu kandang yang besar. Coba lihat Sahrul Nazar dari Banda Aceh ini yang justru memanfaatkan lahan belakang toko bangunannya untuk ternak 100 ekor entok. 

"Di belakang ruko ada seratusan ekor entok yang saya pelihara. Sebanyak 90 ekor sudah saya jual, hasilnya Rp 8,7 juta. Pasalnya pakan yang saya berikan tidak beli karena memanfaatkan limbah makanan sisa," ungkap Sahrul Nazar yang akrab disapa Dekteh kepada tabloidsinartani.com . 

Alumni Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh tahun 1987 ini mengaku memberi pakan entok memanfaatkan limbah restoran, buah dan mie sisa serta limbah gorengan pisang.

Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan suplemen pakan, dia hanya membeli dedak saja sebanyak 30 kg/ minggu harganya pun murah Rp 3.000/kg. Selain itu diberikan juga sayuran kangkung yang sengaja ditanam bersama sangat istri. 

"Kalau yang jantan harganya Rp 150.000, sedangkan betina lebih murah Rp 70.000 per ekor, " tuturnya. Hitung-hitungan Dekteh, modal membuat kandang dan peralatan serta instalasi air, hanya sekitar Rp 5 juta.

Entok bertelur setiap hari dan ditetaskannya sendiri, sehingga tak memerlukan biaya tambahan. Jadi keuntungan lain dengan menjual bibit entok 100 ekor harganya Rp 8.000/ ekor (umur 4 hari).

Dekteh bercerita, Idenya memelihara entok, muncul saat bencana pandemi melanda. Pasalnya minat masyarakat membeli bahan bangunan pun menurun drastis. Maka atas dukungan isterinya mereka sepakat berusaha dengan memelihara entok. 

Menurutnya dengan adanya lahan kenapa tidak kita manfaatkan untuk kegiatan yang menambah penghasilan. Untuk itu Dekteh membeli induk entok Rp. 60.000/ekor untuk dipelihara. "Budidaya entok sangat mudah karena tidak butuh perawatan khusus, yang penting pakan terpenuhi," bebernya.

Dengan memanfaatkan limbah yang ada, tidak butuh modal besar kita sudah mendapat penghasilan tambahan. Istilahnya mengisi waktu dengan memelihara 100 ekor saja. "Karena dari penetasan sendiri kita bisa jual anak entok untuk kebutuhan rumah tangga. Kedepan saya juga ingin melakukan Budidaya jamur merang," tambahnya.

Reporter : AbdA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018