Sunday, 19 September 2021


Vaksinasi Masal Rabies Tandai Peringatan Hari Rabies Sedunia

15 Sep 2021, 08:46 WIBEditor : Gesha

Vaksinasi Rabies | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Untuk memperingati Hari Rabies Sedunia (World Rabies Day) sekaligus mengisi momen bulan bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan yang jatuh setiap bulan September, pemerintah Indonesia berencana menggelar kegiatan vaksinasi massal rabies.

Rabies merupakan salah satu penyakit zoonosis (yang dapat menular dari hewan ke manusia) yang tergolong mematikan di dunia. Berdasarkan informasi dari Badan Kesehatan Hewan Dunia (OIE) setiap sembilan menit satu orang meninggal dunia karena Rabies.

Setiap tahun Rabies membunuh hampir 59.000 orang di seluruh dunia. Terdata pula bahwa lebih dari 95 persen kasus rabies pada manusia akibat gigitan anjing yang terinfeksi Rabies. “Walaupun mematikan, rabies dapat dicegah dengan cara vaksinasi terhadap hewan anjing, kucing dan kera,” jelas Kepala Pusat Veteriner Farma (Pusvetma), Agung Suganda, dalam penjelasan persnya menjelang pelaksanaan vaksinasi masal rabies .

Sebagai salah satu unit pelaksana teknis (UPT) di lingkup Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Pusvetma selama ini telah berkontribusi besar dalam upaya pengendalian dan pencegahan penyakit rabies di tanah air. Badan layanan umum (BLU) ini telah memproduksi vaksin Rabies berkualitas tinggi “Neo Rabivet” untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan vaksin rabies.

Agung Suganda mengemukakan bahwa Neo Rabivet merupakan satu-satunya vaksin rabies produksi dalam negeri yang mampu bersaing dengan vaksin luar negeri. Setelah melalui proses penelitian, uji laboratorium dan uji lapang Neo Rabivet terbukti dapat berfungsi jauh lebih baik dari vaksin sebelumnya. “Dengan vaksin Neo Rabivet ini, kami siap mendukung upaya mewujudkan Indonesia bebas rabies di tahun 2030,” jelasnya.

Aplikasi Vetmalance

Saat ini vaksin Neo Rabivet , menurut Kepala Pusvetma, sudah dapat dipesan melalui i VetmaLance (Veteriner Farma Layanan Cepat) yaitu aplikasi e-commerce milik Pusvetma yang dapat mempermudah masyarakat untuk membeli produk-produk Pusvetma.

Dirjen PKH, Nasrullah sangat mengapresiasi usaha Pusvetma untuk menjawab tuntutan inovasi teknologi di era 4.0 dengan menyediakan aplikasi pemasaran daring Vetmalance. Inovasi dan kemudahan demikian diharapkan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak dapat mempercepat terwujudnya Indonesia Bebas Rabies 2030.

Mengenai kegiatan vaksinasi masal rabies tahun ini , dijadwalkan dilaksanakan serentak pada tanggal 28 September di berbagai wilayah di Indonesia . Kegiatan ini sekaligus untuk memperingati hari lahir Peternakan dan Kesehatan Hewan Indonesia yang jatuh pada tanggal 26 Agustus serta sejalan dengan rangkaian kegiatan bulan bakti PKH.

Tepat di bulan September Pusvetma juga memperingati hari jadinya yang ke-69. Mengenang lahirnya Pusvetma berarti mengenang success story pembebasan Indonesia dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang berdampak besar terhadap dunia kesehatan hewan , tidak hanya di Indonesia tetapi juga di dunia.

Keberadaan vaksin PMK yang diproduksi oleh Pusvetma dan berjalannya kolaborasi segenap pemangku kepentingan secara efektif telah mengantarkan Indonesia sebagai salah satu negara di dunia yang dinyatakan bebas PMK . Hal ini berdampak positif terhadap kegiatan bisnis termasuk perdagangan ternak /daging sapi, kerbau dan babi di Indonesia.

 

 

 

 

 

 

Reporter : Ika Rahayu
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018