Thursday, 23 September 2021


Kelinci Sehat dengan Biskuit Biosuplemen Kelor

15 Sep 2021, 13:37 WIBEditor : Gesha

Kegiatan PKM Unika dengan Biskuit Biosuplemen | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Kediri -- Dengan beternak kelinci dapat mengurangi sampah organik wilayah perkotaan melalui teknologi pengolahan sampah organik menjadi pakan berupa Biskuit Biosuplemen Kelinci (BBCi). 

"Beternak kelinci di wilayah perkotaan menjadi alternatif usaha yang menjanjikan. Karena dapat meningkatkan kecukupan gizi masyarakat dan pendapatan, " ungkap Dosen Prodi Peternakan Universitas Islam Kediri, Kediri, Jawa Timur, Mubarak Akbar. 

Untuk pakan, bahan penyusun dapat berasal dari dedaunan sampah pekarangan rumah, pemangkasan rutin pohon pohon tepi jalan oleh Dinas Kebersihan Lingkungan Hidup, limbah pabrik roti, limbah hasil pertanian dan limbah kecap dengan ditambahkan biosuplemen yaitu tepung daun kelor (Moringa oleifera Lamm). 

"Biosuplemen daun kelor ini mengandung senyawa bioaktif yang sangat berguna untuk meningkatkan produksi dan reproduksi ternak kelinci. Sedangkan Fitokimia kelor terdiri dari jenis alkaloid, flavonoid, steroid, penolik, tannin dan saponin, " jelasnya. 

Tanaman kelor juga mengandung senyawa sterol. Kandungan fitosterol utama dalam daun kelor adalah Bsitosterol, kampesterol dan stigmasterol.

Mubarak menambahkan, fitosetrol merupakan sterol tanaman yang dapat berfungsi sebagai prekursor terhadap hormon-hormon steroid seperti estrogen, progesteron, androgen dan testosterone. "Daun kelor juga mengandung vitamin A, C, dan senyawa antioksidan yang berguna untuk melindungi sel-sel tubuh kelinci dari radikal bebas, sehingga dapat meningkatkan performa produksi dan reproduksinya," paparnya.

Produk biskuit biosuplemen kelinci (BBCi) diharapkan juga dapat dipasarkan oleh kelompok Ternak Sumber Rejeki ke peternak kelinci lain secara luas dengan bantuan kemajuan teknologi informasi, yaitu penjualan secara online. "Selain itu BBCi juga telah diuji secara laboratorium untuk mengevaluasi kecukupan kandungan gizi, kualitas fisik, dan organoleptik di Laboratorium Prodi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Islam Kadiri (UNISKA) Kediri," pungkasnya.

Program PKM

Mubarak berharap dengan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang merupakan bagian dari Tri Dharma PT ini dapat membantu masyarakat dalam budidaya ternak kelinci di wilayah perkotaan dengan memanfaatkan potensi pakan lokal yang ada. Selain itu juga dapat dijadikan pilot project bagi wilayah perkotaan di luar kota Kediri. 

"Program PKM ini didanai oleh Direktorat Jenderal Ristek Dikti/BRIN Kemendikbud RI tahun anggaran 2021," bebernya.

Dia juga mengutarakan melalui program ini dosen dapat berperan sebagai inovator, kreator, dan agen penggerak bagi perubahan di tengah masyarakat sehingga masyarakat menjadi lebih terbuka menerima perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan mandiri secara ekonomi. 

Target dari PKM ini, populasi kelinci secara signifikan, menurunkan angka mortalitas, meningkatkan litter size, meningkatkan produksi kelinci, serta bertambahnya pendapatan anggota di Kelompok Ternak Sumber Rejeki Kelurahan Ngronggo Kota Kediri.

Tim PKMA UNISKA diketuai Mubarak Akbar, S.Pt. MP yang beranggotakan Dr. Efi Rokana, S.Pt.MP serta Diah Arie WK, ST.MT. Kegiatan dimulai bulan April - Nopember 2021 secara intensif, saat ini pihaknya tengah mengintroduce teknologi BBCi dan membina Kelompok Ternak Sumber Rejeki untuk mengaplikasikan teknologi budidaya kelinci di kelurahan Ngronggo kecamatan kota Kediri.

Reporter : AbdA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018