Saturday, 23 October 2021


Pasokan Jagung  ke Industri Pakan Normal

28 Sep 2021, 09:25 WIBEditor : Yulianto

Mentan SYL saat berkunjung ke industri pakan | Sumber Foto:Humas Kementan

TABLOIDSINARTANI.COM, Tangerang---Peternak unggas rakyat beberapa waktu lalu mengeluhkan kondisi pasokan jagung untuk bahan papkan. Guna memastikan keberadaan stokn jagung, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengunjungi dua pabrik pakan ternak yang ada di Banten, Senin (27/9).

Dua pabrik pakan itu adalah PT. Japfa Comfeed dan PT. Charoen Pokphand (CP) Indonesia. SYL memastikan dua perusahaan pakan  tersebut menyerap  jagung dari petani dan stok nya tercukupi.

Di perusahaan Charoen Pokphand, SYL mendapatkan informasi pabrik pakan tersebut membeli sebanyak 2,5 juta ton jagung dari petani. "Kita coba cek semua proses yang ada di sini, mulai dari penerimaan  sampai tracing darimana jagung itu didapatkan, dan semua berjalan normal," katanya.

Sementara itu, stok jagung yang dimiliki Charoen Pokphand  diperkirakan cukup bertahan untuk 42 hari, setelah itu pihak pabrik akan melakukan pengadaan pembelian jagung lagi. Pada kesempatan itu, SYL tegaskan bahwa tidak ada gangguan antara ketersediaan dengan pihak-pihak pembeli.

"Memang ada delay time panen raya yang memungkinkan terjadinya perebutan stocking antara pedagang dan pengepul. Dan dinamika itu menyebabkan kontraksi pada harga," ungkapnya.

Namun, menurut SYL, Kementan sudah menghitung delay time tersebut terjadi 20 sampai dengan 30 hari. Dengan demikian ketika panen raya, harga tidak anjlok tapi  berada pada titik keseimbangannya seperti biasanya.

Ke depan diprediksi stok jagung diperkirakan akan bertambah. Pasalnya beberapa sentra jagung memasuki masa panen yang akan berlangsung dari September hingga Oktober 2021. Berdasarkan pantauan yang dilakukan Badan Ketahanan Pangan (BKP), stok jagung nasional pada minggu IV (20 September 2021) mencapai 2,75 juta ton.

Stok tersebut tersebar, dengan rincian 856.897 ton (31 persen) berada di pabrik pakan; 744.250 ton (27 persen) di pengepul; 423.502 ton (15 persen) di agen; 288.305 ton (11 persen) di pengecer; 276.300 ton (10 persen) di usaha lain atau pakan mandiri. Sisanya 6 persen berada di industri pangan, rumah tangga, dan lain-lain. 

SYL menambahkan ia telah melakukan pengecakan dan semua dalam kondisi stabil, baik di Japfa dan Pokphand. Dua perusahaan ini menjadi barometer dalam pembelian jagung, dan industri terbesar pakan ternak.

"Perintah Bapak Presiden agar semua menterinya turun. Saya bertanggung jawab di produksinya. Tentu ada menteri lain yang bertanggung jawab terhadap harga dan lainnya, dan kerjasama ini harus dilakukan dengan baik,” tegas SYL.

Mentan berharap semua happy, baik jagung, dan telur harganya bagus, sehingga Industri juga bisa berkembang. Horeka dan masyarakat luas juga daya belinya kembali normal agar produk pertanian tidak over supply.

Reporter : Humas dan IP Kementan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018