Saturday, 23 October 2021


Jagung Terdistribusi ke Peternak

04 Oct 2021, 11:16 WIBEditor : Yulianto

Jagung hasil panen petani

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor---Upaya pemerintah melalui Kementerian Pertanian dalam memenuhi pasokan jagung dari petani bagi peternak telah tersalurkan hingga sampai ke kandang. Tak heran, berbagai peternak di berbagai daerah memberikan apresiasi karena pasokan jagung untuk bahan pakan ternak terpenuhi karena terbantu di tengah masa pandemi covid 19 yang serba kesulitan. 

Karena itu, Akademisi Institut Pertanian Bogor (IPB) Prima Gandhi menilai, jika ada jagung yang terdistribusikan ke peternak ada ketidaksesuaian kadar air dalam jumlah yang kecil saat transaksi jual beli, maka sebagai hal yang wajar saja terjadi. "Yang terpenting adalah kesepakatan diantara penjual dan pembelinya mau dibayar sesuai kadar airnya atau dikembalikan sejumlah yang tidak sesuai atau diganti dengan yang sesuai," kata Dosen Program Studi Manajemen Agribisnis Sekolah Vokasi IPB Prima Gandhi di Bogor, Minggu (3/10).

Prima Gandhi mengatakan, peternak di daerah lain seperti Sumbar, Bali, Sulsel, Kalsel, Jabar, Jateng semuanya telah menerima pasokan jagung dari petani, apalagi sudah sesuai kontrak perjanjian jual beli sejak awal. Sebab dengan kondisi yang berat dan tidak mudah di saat pandemi covid 19 ini mendapatkan pasokan jagung untuk keberlanjutan usaha ternak ayam.

Ketua Koperasi Peternak Putera Blitar, Sukarman mengakui, kiriman jagung 350 ton ke Blitar memang ada yang basah, namun itu pun proporsinya sangat sedikit. Ini tentunya sangat wajar dalam perdagangan jagung. Apalagi mulai musim hujan dan kapasitas pengering yang belum cukup tentu peternak Blitar sangat memakluminya jika ada beberapa yang masih basah.

“Kami dapat 30 ton dari PT seger, sekitar 20 ton dari Bojonegoro dan sekitar 294 ton dari Tuban. Nah dari Tuban ini memang kita kembalikan 4 ton karena kadar air diatas 20 persen, 1 ton lagi tidak saya kembalikan tetapi saya ambil lagi dari peternak penerima saya jemur karena kadar air diatas 20 persen. Tidak masalah kok bagi saya dan peternak lainnya di Blitar. Ya ini wajar,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Koperasi Peternak Kendal, Suwardi menyebutkan pengiriman jagung ke Kendal sebanyak 300 ton sudah diterima dan terdistribusi semua. Untuk peternak di Kendal tidak ada masalah dengan kondisi jagung kadar airnya diterima karena sudah sesuai. “Jagungnya ini diambil langsung oleh koperasi ke Tuban, Grobogan dan petani lokal. Tidak ada masalah. Alhamdulillah sudah habis dan sudah dimanfaatkan semua oleh petani,” ujarnya.

Hal senada dikatakan Ketua Koperasi Peternak Lampung, Jenny. Ia menyebutkan dari 200 ton jagung bantuan pemerintah sudah clear semua sesuai kriteria termasuk juga kadar airnya. “Sudah beres semua yang kiriman dari gapoktan-gapoktan semua, sudah terdistribusi dipakai, terima kasih atas gerak cepat pemerintah membantu peternak,” ujarnya.

Reporter : Humas Tanaman Pangan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018