Saturday, 23 October 2021


Hari Rabies Sedunia, SYL Canangkan Bebas Rabies 2030

08 Oct 2021, 14:17 WIBEditor : Yulianto

Mentan SYL saat Peringatan Hari Rabies Sedunia | Sumber Foto:Humas Ditjen PKH

TABLOIDSINARTANI.COM, Surabaya---Peringatan puncak Hari Rabies Sedunia (World Rabies Day), Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mencanangkan Indonesia bebas rabies pada tahun 2030. Hal ini sejalan dengan target global yang diprakarsai Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE), Badan Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-bangsa (FAO), dan Global Alliance for Rabies Control (GARC).

Hari ini, kita satukan tekad bersama untuk berantas rabies dengan program Pemberantasan Rabies secara bertahap di seluruh Indonesia Tahun 2030 atau PrestasIndonesia 2030,” kata SYL di Surabaya, Jumat (8/10). Pelaksanaan puncak Hari Rabies Sedunia 2021 ini terselenggara atas dukungan kementerian/lembaga terkait, pemerintah daerah, mitra kerja internasional FAO Indonesia dan USAID.

SYL menilai, rabies merupakan masalah kesehatan bersama di Indonesia. Karena itu saya mengajak semua sektor, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat terlibat langsung dalam program pengendaliannya dengan mengedepankan implementasi One Health.

Sementara itu, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), Nasrullah menegaskan komitmen Ditjen PKH dalam mendukung program pengendalian dan pemberantasan rabies di Indonesia. Pihaknya telah mengalokasikan vaksin dan operasional pengendalian rabies, khususnya untuk wilayah tertular dengan risiko tinggi.

“Untuk daerah tertular risiko tinggi, kita upayakan alokasi vaksin sebanyak 70% populasi hewan penular rabies. Sedangkan untuk daerah risiko rendah dan bebas, alokasi vaksin cukup untuk vaksinasi tertarget dan vaksinasi darurat,” katanya.

Nasrullah berharap pemerintah daerah untuk turut mendukung pelaksanaan program dengan mengisi kekurangan ketersediaan vaksin dan sumberdaya lain yang diperlukan. Dirjen PKH juga menyebutkan bahwa di Pusat, Ditjen PKH sudah merangkul mitra kerja internasional seperti FAO, AIHSP dan USAID dalam pengendalian dan penanggulangan rabies.

“Kerjasama dengan kementerian dan Lembaga sebenarnya sudah berjalan baik, khususnya dengan Kemenkes, KLHK dan Kemenko PMK, namun ini perlu terus dipertahankan dan diperkuat agar target Indonesia bebas rabies 2030 dapat tercapai,” tuturnya.

Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan terus berkomitmen memberantas penyakit rabies di Tanah Air. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menyebutkan tingkat kematian (fatality rate) rabies adalah 100?n 98- 99% nya ditularkan oleh anjing.

Berdasarkan data Pusdatin Kemenkes, kasus gigitan Hewan Penular Rabies (HPR) pada periode tahun 2015-2019 di Indonesia tercatat 404.306 kasus dengan 544 kematian di 26 Provinsi. Atau bisa dikatakan sekitar 100 orang meninggal di Indonesia setiap tahunnya akibat rabies.

 

Reporter : Julian
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018