Kamis, 18 Juli 2024


Kendala Bangun Industri Tepung Telur

10 Nov 2021, 16:28 WIBEditor : Yulianto

Tepung telur | Sumber Foto:Julian

Tidak mudah membangun industri tepung telur. Ada beberapa kendala. Misalnya, harga telur di dalam negeri fluktuatif dan kalah dengan India. Di Negeri Bollywood, harga telur hanya Rp 12 ribu/kg. Sementara di dalam negeri, sesuai Permendag harga acuan di tingkat peternak mencapai Rp 19-21 ribu/kg.

Secara umum harga telur di Indonesia lebih mahal dibandingkan harga telur di luar negeri. Dampaknya produk olahan telur dalam negeri kurang bersaing dengan produk olahan telur impor.

“Industri mempertimbangkan supply bahan baku secara kontinyu dan masalah harga telur yang flukuatif.  Saat Hari Raya harga tinggi dan pada akhir tahun. Ini membuat ragu investor,” kata Supriadi.

Sementara itu Koordiantor Pengolahan, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Boethdy Angkasa mengatakan, jika dilihat dari neraca, maka produksi telur ayam ras surplus. Dengan konsumsi sebanyak 18,83 kg/kapita/tahun, kebutuhan telur dalam negeri sebanyak 4,9 juta ton. Jika produksi telur sebanyak 5 juta ton lebih, maka ada surplus lebih dari 100 ribu ton.

Namun ia mengakui, data lima tahun importasi produk olahan telur mencapai  2.000 ton, paling banyak India dan Ukrania.  “Kita coba undang investor untuk membangun industri telur. Tapi masalahnya harga, karena di India hanya Rp 12 ribu/kg,” katanya. Karena itu, kalangan investor berharap harga telur paling tidak sebesar Rp 13-14 ribu/kg.

Dengan perhitungan rendemen tepung telur 10-15 persen, setiap 1 kg tepung telur membutuhkan minimal 5-6 kg telur segar. Dengan mengacu harga telur di dalam negeri, harga tepung telur di dalam negeri akan mencapai Rp 100 ribu/kg. Sementara harga tepung telur impor dari India hanya Rp 95 ribu/kg.

Hasil studi kelayakan usaha pengolahan tepung, Boedhty mengatakan, harga telur menjadi faktor utama mendorong industri tepung dalam negeri. Artinya bagaimana harga bahan baku (telur) bisa bersaing dengan impor. Sementara di disisi lain, peternak juga menginginkan harga telur sesuai HPP pemerintah.  

Reporter : Julian
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018