Saturday, 29 January 2022


Jadi Kampung Sapi, Desa Salassae Siap Dukung Swasembada Daging Nasional

30 Dec 2021, 18:00 WIBEditor : Herman

Bupati Bulukmba canangkan kampung sapi

TABLOIDSINARTANI.COM, Bulukumba – Apresiasi diberikan Pemerintah Kabupaten Bulukumba,  kepada Desa Salassae, Kecamatan Bulukumpa. Dicanangkan jadi Kampung Sapi oleh Bupati Bulukumba HA.Muchtar Ali Yusuf, diharapkan Desa Salassae dan desa-desa lain di Bulukumba bisa berperan dalam mendukung swasembada daging Nasional.

Pencanangan Kampung Sapi oleh orang nomor satu di Butta Panrita Lopi Bulukumba ini dilakukan di Desa Salassae, Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba pada Selasa (28/12).  

Dalam kegiatan yang berlangsung di kompleks pasar rakyat Desa Salassae tersebut, dihadiri Dandim 1411 Bulukumba diwakili Danramil Bulukumpa Kapt.Kav.Andi Mappatunru, Kapolres diwakili Kapolsek Bulukumpa AKP.Muh.Asri, Plt Kadis Ketahanan Pangan Hj.Darmawati, pihak Perbankan serta puluhan Kelompok Tani Ternak  

Bupati Bulukumba HA.Muchtar Ali Yusuf, mengapresiasi Kadis Peternakan dan Keswan A.Roslinda bersama para kelompok tani yang menginisiasi program yang bertujuan meningkatkan kesekahteraan masyarakat khususnya sektor peternakan sapi.

” Kampung sapi ini diharapkan sebagai kawasan pengembangan sapi, karena Bulukumba salah satu daerah yang potensial untuk pengembangan sapi bibit dan sapi potong dengan populasi sapi potong sebanyak 76.798 ekor,” sebut Andi Utta.

Dari 10 Kecamatan, terdapat 5 Kecamatan yang menjadi kawasan komuditas sapi, yaitu Kecamatan Bulukumpa, Ujungloe, Kajang, Gantarang dan Rilau Ale.

Dengan dukungan Agriclimate, kata Andi Utta, Kabupatebln Bulukumba kita harapkan menjadi lumbung sapi potong, untuk mendukung swasembada daging nasional.

” Pembangunan sektor peternakan sudah menjadi komitmen pemerintah, yang menginginkan daerah ini menjadi kawasan pengembangan sapi, khususnya sapi potong. Dan saya minta Dinas Peternakan mampu mengelola sektor ini sesuai visi berkemajuan, dengan penyiapan infrastruktur, penyuluhan dan pendampingan pada kelompok ternak,” pesan Andi Utta.

Sebelumnya Kadis Peternakan Andi Roslinda melaporkan, kegiatan pencanangan kampung sapi di Desa Salassae, mengusung tema Mewujudkan kawasan pengembangan bibit unggul sapi potong dalam peningkatan populasi dan kesejahteraan peternak Kabupaten Bulukumba.

” Berbagai upaya telah kami lakukan untuk menggenjot peningkatan populasi ternak di Bulukumba, salah satunya program SIKOMANDAN ( Sapi, Kerbau Komoditas Andalan Negeri ) merupakan progran prioritas Dirjend Peternakan dan Keswan, yang bertujuan untuk meningkatkan populasi dan produksi sapi dan kerbau di Indonesia.

Demi menjamin dan memberikan perlindungan kepada peternak, khususnya sapi induk, maka Pemerintah melalui Kementerian Pertanian memberikan perlindungan resiko kematian sapi selama setahun melalui program Asuransi Usaha Ternak Sapi ( AUTS ) dengan nilai pertanggungan yang diberikan sebesar Rp 10 juta per satu ekor sapi.

”Premi asuransi ternak sapi sebesar Rp.200.000.- dengan subsidi premi sebesar 80 persen dari Pemerintah. Artinya peternak hanya membayar premi Rp.40.000.- per satu ekor sapi,” terang A.Roslinda.

Dijelaskan pula tahun ini, pihaknya mendistrubusikan bibit ternak Sapi Bali sebanyak 124 ekor dan ayam ras petelur sebanyak 4.500 ekor, yang kesemuanya melalui pola Bantuan Sosial kepada kelompok peternak binaan Dinas Peternakan dan Keswan.

Pada kesempatan itu, Ketua Asosiasi Peternak Sapi Bulukumba, Herman Jahyadi Arif, kepada media ini juga mengapresiasi dijadikan Desa Salassae sebagai Kampung Sapi.

Bahkan menurutnya, khusus di Desa Salassae tercatat 542 sapi atau total keseluruhan di Kecamatan Bulukumpa sebanyak 11.357 ekor, dengan jumlah peternak 350 orang.

” Saat ini khusus Sapi indukan di Desa Sapassae sebanyak 220 ekor tersebar di 13 kelompok di 5 dusun di Desa Salassae,” sebut Herman.

Reporter : Suriady
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018