Friday, 01 July 2022


Program Kawasan Ternak Terpadu Hingga AUTS Sinjai Berlanjut di Tahun 2022

16 Jan 2022, 07:41 WIBEditor : Herman

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Binjai

TABLOIDSINARTANI.COM, Sinjai – Pengembangan program strategis peternakan di Kabupaten Sinjai yang menjadi visi misi Bupati Sinjai, Andi Seto Asapa (ASA) terus dilanjutkan. Mulai dari Kawasan Ternak Terpadu, pengembangan Inseminasi Buatan (IB), hingga Fasilitas Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS) dilanjutkan di tahun 2022 ini. 

Mendukung program kerja  Bupati Sinjai, Andi Seto Asapa (ASA), Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Sinjai, H. Burhanuddin mengatakan, dalam mendukung pencapaian visi misi Bupati Sinjai, rencana kerja 2022 mendatang yang akan didorong dan disukseskan seperti pengembangan kawasan peternakan terpadu, pengembangan Inseminasi Buatan (IB) di 8 Kecamatan, dan Fasilitasi Asuransi Usaha Ternak Sapi yang disiapkan oleh Pemda dan Asuransi Mandiri.

Dalam program ini, pihaknya menyiapkan layanan 2.000 ekor sapi untuk yang disubsidi pemerintah, selain itu, DPKH juga mendorong program IB mandiri.

Menurut, Burhanuddin program IB mandiri ini didorong lantaran pelayanannya lebih paripurna. Berbeda yang disiapkan oleh pemerintah, itu terbatas pada jenis bibitnya.

"Kalau yang disiapkan pemerintah kita terbatas pada jenis-jenis bibit, sementara IB mandiri mereka bisa memilih mau yang superior mau yang kelas atas itu ada karena mereka membiayai sendiri. Nah layanan itu akan kita buka juga," kata Burhanuddin.

Lanjut Burhanuddin, pada tahun 2022 ini pihaknya juga akan mengembangkan Kampung IB disetiap kecamatan sebagai percontohan terkait proses penanganan IB secara terpadu.

"Kampung IB ini akan dikembangkan di 8 kecamatan yakni Kecamatan Sinjai Utara, Sinjai Timur, Tengah, Selatan, Barat, Sinjai Borong, Bulu Poddo, dan Tellu Limpoe. Sehingga di desa-desa yang ada bisa mencontoh bahwa kalau kita mau IB nya sukses mau dapat penghasilan yang jauh lebih tinggi metode yang diterapkan seperti yang ada di kampung IB," ujarnya.

Lebih jauh Burhanuddin mengatakan bahwa, pihaknya juga tetap mendukung penyediaan asuransi usaha ternak sapi. Dimana pemerintah menyiapkan subsidi untuk 2.000 ekor sapi, sedang untuk mandiri bakal tersedia 6.000 ekor.

"Karena setelah kita lihat di lapangan ternyata memang animo masyarakat untuk berasuransi sangat besar, mereka tidak segan untuk mengeluarkan uang Rp 40.000 untuk dapat jaminan bahwa ketika sapi mereka di curi dan mati, itu bisa dapat 7 sampai Rp 10 juta," jelasnya.

Reporter : suriady
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018