Tuesday, 17 May 2022


Memanusiakan Babi? Kontroversi Transplantasi Organ Babi ke Manusia

17 Jan 2022, 12:32 WIBEditor : Gesha

Bedah Buku MeManusiakan Babi | Sumber Foto:NSD

TABLOIDSINARTANI.COM, Papua Barat --- Seorang pria Amerika Serikat (AS) yang menderita penyakit jantung terminal menjalani transplantasi jantung babi yang dimodifikasi secara genetik oleh tim dokter dari University of Maryland Medicine. Isu ini kemudian menjadi kontroversial di Indonesia yang sebagian besar adalah Muslim dan mengharamkan Babi untuk keperluan apapun. 

Sama kontroversialnya dengan diskusi Bedah Buku "MeMANUSIAkan Babi" karya Prof. Muladno bersama Zainal Abidin dengan meninjau dari sisi anatomi dan medis, yang terselenggara secara daring pada Minggu (16/1). Buku yang ditulis pada tahun 2004 ini merupakan kumpulan data-data Prof. Muladno yang menyatakan bahwa urutan DNA babi banyak yang mirip dengan manusia.

Dalam perkembangannya, tahun 1995 di Jepang, sudah ada keberhasilan mengganti katup jantung babi ke manusia.  Tahun 2008 rekayasa gen pada babi yang dapat menyala kehijauan dikegelapan melahirkan keturunan dengan sifat yang sama.  Artinya, rekayasa gen tersebut dapat diwariskan. Setelah babi transgenik kawin dengan babi biasa, 2 dari 11 anak babi mewarisi sifat tersebut.  

Selang 8 tahun kemudian, pada tahun 2016, Ilmuan Amerika mengembangkan berbagai organ manusia dalam tubuh babi.  Upaya-upaya ini bukan berarti organ manusia ditumbuhkan dalam tubuh babi, namun ini semua rekayasa genetik dimungkinkan karena adanya teknologi rekayasa. Mengapa demikian? Kembali Prof. Muladno menegaskan karena urutan DNA babi banyak kemiripan dengan manusia dibandingkan ternak-ternak lainnya.

 

Jantung Babi yang dimaksud dalam pemberitaan awal Januari lalu, bukanlah babi umum.  Namun sudah babi transgenik.  Babi yang telah membawa gen-gen dari manusia. “Banyaknya kecocokan antara organ tubuh antara babi dan manusia. Transplantasi organ dari babi ke manusia sangat memungkinkan, karena kecocokan itu,” sebut Zainal.  Haram? Biarkan Majelis Ulama Indonesia memutuskannya.

Lebih dalam Prof. Muladno menyabarkan kemungkinan alasan ilmiah larangan memakan daging babi bagi umat islam. Pertama, Gen manusia di dalam babi transgenik diwariskan ke keturunannya. Kedua, makin banyak gen manusia akan dipindahkan ke genom manusia agar xenotransplansi berhasil.

Alasan lainnya, semua bagian tubuh babi transgenik pasti membawa gen manusia dan ini diwariskan. Sehingga nantinya akan sulit membedakan babi transgenik dan babi konvensional karena secara fisik nampak serupa. Ilmu pengetahuan dan teknologi tidak akan berhenti, terus berkembang, dan kita akan mengikuti, ada hukum umum, ada hukum agama. Keduanya, berperan dalam mengawal teknologi.

Reporter : Nsd
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018