Thursday, 22 October 2026


Kunjungi Feedloter dan Importir Daging, SYL Pastikan Stok Daging Cukup

03 Mar 2022, 14:54 WIBEditor : Yulianto

Mentan SYL saat berkunjung ke Feedloter di Tangerang

TABLOIDSINARTANI.COM, Tangerang---Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) berkunjung ke peternakan sapi di wilayah Tangerang, Banten untuk memastikan ketersediaan sapi siap potong untuk masyarakat aman dan tercukupi.

“Masyarakat seharusnya tidak perlu khawatir dan termakan isu tentang kekurangan daging sapi. Sebab stok masih aman hingga Lebaran,” kata SYL di sela-sela kunjungannya ke PT. Tanjung Unggul Mandiri (TUM) di Tangerang, Rabu (2/3).

PT. TUM merupakan salah satu perusahaan peternakan yang fokus menggemukkan sapi dari jenis Brahman yang didatangkan dari Australia. Melihat ketersediaan sapi di tempat tersebut, SYL yakin dari apa yang ia lihat bahwa ketersediaan sapi siap potong cukup.

“Kita punya kesiapan di sini 6.000 - 8.000 ekor dan menjadi faktualisasi dari data yang kita laporkan kepada Presiden, karena Presiden minta di faktualisasi validasi data, apakah betul antara data dan kenyataan di lapangan seperti itu,” kata SYL seraya menambahkan, ternyata sama dengan yang di lapangan dan dapat dilihat ketersediaan sapi cukup.

Karena itu menurut SYL, secara keseluruhan tidak ada masalah dengan ketersediaan sapi siap potong. Artinya, masyarakat tidak perlu khawatir dan panik termakan isu yang tidak benar. “Ketersediaan sapi-sapi di PT. TUM dan feedloter lainnya ini kita yakin dapat menyuplai kebutuhan sapi siap potong untuk wilayah Jabodetabek aman,” ujarnya.

Dengan kondisi ketersediaan daging dan sapi cukup, SYL menilai, jika terjadi dinamika harga saat ini, maka dipengaruhi adanya fluktuasi harga global. “Tetapi kita berharap tidak ada yang panik karena sebenarnya ketersediaan stok kita cukup untuk itu,” tegasnya.

Berdasarkan update data per 2 Maret 2022 hasil pendataan dan verifikasi secara faktual data ketersediaan daging sapi/kerbau pada Maret hingga Mei 2022 sebanyak 234.091,2 ton, sedangkan kebutuhan sebanyak 202.937,8 ton, sehingga masih ada surplus sebanyak 31.153,4 ton.

Komposisi ketersediaan daging tersebut terdiri dari produksi sapi/kerbau lokal sebanyak 445.884 ekor atau setara daging 80.268,0 ton. Kemudian, total sapi bakalan impor siap potong pada Maret-Mei sebanyak 143.464 ekor atau setara daging 27.500,6 ton. Selanjutnya, daging sapi/kerbau beku impor sebanyak 95.114,8 ton.

Menurutnya, validasi data prognosa ketersediaan dan kebutuhan daging sapi/kerbau ini secara periodik telah dibahas bersama dengan Kementerian dan Lembaga terkait lainnya, serta assosiasi peternakan.

SYL menjelaskan, sentra-sentra sumber produksi sapi yang dihitung saat ini baru dari 10 sentra-sentra produksi di Indonesia. Ketersediaan sapi/kerbau lokal sudah ada tersedia by name by address pada 10 provinsi sentra sapi/kerbau lokal.

“Kami siap membantu menghubungkan antara pemotong, pedagang, BUMN, dan BUMD dengan sumber sapi/kerbau lokal by name by address untuk melakukan pembelian sapi/kerbau lokal,” ucap SYL.

Setelah hari ini berkunjung ke peternakan sapi di wilayah Tangerang, SYL lanjut melakukan inspkesi ke Cold Storage atau Tempat Penyimpanan daging beku  milik PT. Indoguna Utama di wilayah Pondok Bambu Jakarta Timur. Hal tersebut Ia lakukan untuk memastikan ketersediaan daging sapi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat aman dan tercukupi.

PT. Indoguna Utama merupakan perusahaan dengan produk utamanya adalah daging sapi impor dari Australia, Selandia Baru, dan Amerika Serikat. Saat ini ketersediaan daging sapi di cold storage milik PT. Indoguna ada sebanyak 18.000 ton, dimana 8.000 ton berada gudang bambu apus Jakarta Timur dan 10.000 ton di gudang Cikupa, Tangerang.

Reporter : Julian
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018